RADARSOLO.COM – Tempat pembuangan sementara (TPS) di Kampung Norowangsang, Pajang, Laweyan, ditutup total sejak pekan lalu. Sebab, selama ini pembuang sampah malah didominasi dari warga luar daerah yang berbatasan dengan lokasi. Mengantisipasi masih adanya warga yang nekat membuang sampah di lokasi itu, maka Pemerintah Kelurahan Pajang menyiagakan petugas linmas.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pemerintah Kelurahan Pajang mengkaji rencana penutupan TPS Norowangsan di dekat aliran Sungai Premulung itu. Dasar penutupan TPS itu adalah banyaknya keluhan warga sekitar yang mengeluhkan banyak warga luar wilayah yang membuang sampah di lokasi itu. Dampaknya, muncul bau busuk yang menyengat saat musim hujan tiba.
Baca Juga: Watak Manusia Berdasarkan Hari Lahir Pasaran Jawa, Kamu Termasuk yang Mana?
Menimbang penutupan TPS di wilayah sudah diterapkan sejak 2016 lalu, pihak kelurahan akhirnya menutup total TPS yang satu-satunya masih aktif di Kota Bengawan itu.
"Sebenarnya juga sudah ada aturan penutupan TPS sementara yang dimulai sejak Wali Kota FX Rudyatmo. Akhirnya kami tutup sejak awal pekan kemarin," terang Kasi Pemerintahan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Pajang Agus Daryanto, Minggu (28/4/2024).
Penutupan TPS terakhir di Solo itu dimulai sejak Senin (22/4) lalu. Lokasi itu pun diawasi oleh perangkat kelurahan dengan penerjunan linmas untuk patrol.
Kemudian pengintensifkan TPS mobile milik Kelurahan Pajang. Fungsinya mengambil sampah dari warga sebelum dialihkan ke truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo yang secara berkala melakukan penjemputan di lokasi tersebut.
Agus menjelaskan, TPS Norowangsan sudah cukup lama beroperasi sebagai tempat singgah sampah rumah tangga dari sembilan RW di Kelurahan Pajang. Sampah rumah tangga yang diangkut petugas menggunakan gerobak biasanya akan dibuang sementara di TPS tersebut. Kemudian baru diangkut petugas DLH ke TPA. Namun setelah penutupan ini sampah dari rumah tangga diangkut langsung ke TPA tanpa singgah di TPS.
"Jadi nanti petugas kelurahan yang mengambil sampah itu akan membawa gerobak dan antre di sini menunggu truk dari DLH untuk selanjutnya dibuang TPA Putri Cempo Solo,” ujar dia.
Solusi jangka panjang kelurahan akan menambah kendaraan L300 untuk membuang sampah langsung ke TPA. Dengan demikian, tidak ada lagi sampah-sampah menumpuk di wilayah kelurahan.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah linmas di Kelurahan Pajang bergiliran mengawasi eks TPS Norowangsan itu. Aktivitas itu makin intens di saat waktu-waktu krusial pembuangan sampah oleh warga seperti malam hari, dini hari, hingga menjelang subuh. Ini dilakukan sebagai antisipasi adanya warga luar daerah yang nekat kucing-kucingan dengan warga membuang sampah di TPS Norowangsan.
"Semenjak TPS dijaga tak ada warga luar daerah yang buang sampah ke Norowangsan," beber salah seorang Linmas Kelurahan Pajang Tri Suyono.
Selain itu sudah tidak ada lagi bau busuk menyengat dari TPS tersebut. Warga berharap eks TPS tersebut bisa dimanfaatkan jadi ruang publik di wilayah tersebut.
"Warga di sini mendukung penutupan TPS itu. Lingkungan juga jadi lebih nyaman. Semoga ke depan bisa jadi taman atau sejenisnya untuk aktitas masyarakat sekitar," harap salah seorang warga sekitar, Nugroho, 33. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno