RADARSOLO.COM - Sejumlah titik diprediksi akan menjadi titik kemacetan, dampak penutupan ruas Jalan Slamet Riyadi yang menjadi lokasi parade HUT Ke-44 Dekranas. Sejumlah langkah telah disiapkan baik oleh jajaran dinas perhubungan maupun Satlantas Polresta Solo untuk mengurai kemacetan.
Kabid Lalu Lintas Dishub Solo Ari Wibowo mengatakan tentu dengan penutupan arus ruas jalan ini akan terjadi kepadatan. Adapun kepadatan diprediksi di ruas jalan Dr Rajiman, Ronggowarsito, Dr Moewardi, Kebangkitan Nasional, Wahidin hingga Kapten Mulyadi.
Kepadatan memang pasti ada, jadi prediksi memang jelas sepanjang jalan yang ditutup akan padat dan satu blok baik utara jalan yang dipakai kan juga kita tutup.
"Jadi kami mohon maklum pada masyarakat kalau ada kepentingan nonton ya silahkan parkir. Kalau nggak ada kepentingan mohon memutar lebih jauh dan menghindari jam padat dari jam 12.00 sampai jam 19.00 WIB malam," papar Ari.
Ari mengatakan beberapa langkah dilakukan untuk memecah kepadatan arus di titik-titik terdampak. Mulai dari pengalihan arus, menempatkan personil hingga melakukan intervensi APILL.
"Termasuk nanti mengantisipasi kalau ada kendaraan prioritas melintas seperti ambulans, kemudian armada damkar terjebak macet, akan dibantu oleh petugas," paparnya.
Lebih lanjut, sejumlah angkutan umum yang biasanya melintas di ruas jalan yang ditutup juga akan dialihkan. Mulai dari Batara Kresna, Feeder, serta Batik Solo trans (BST). Pengalihan kendaraan umum juga dilakukan bagi transportasi bus AKDP jurusan Solo-Wonogiri.
"Untuk AKDP, bus Wonogiri kan lewat Ngapeman ke Utara. Karena arusnya kita tutup semua jadi kita lewatkan ke simpang Gendengan ke utara. Jadi simpang tiga Baron ke utara jalurnya," terangnya.
Penutupan jalan yang digunakan untuk parade tersebut bakal berlangsung selama sekitar 7 jam melihat kondisi lapangan nantinya. Untuk pembukaan jalannya sendiri, Ari menerangkan akan dilakukan secara bertahap setelah rombongan parade kulai berjalan.
"Semetara pembukaan jalan nanti bertahap setelah parade lewat satu blok nanti blok tersebut kita buka," jelasnya.
Terpisah Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan menuturkan hal senada. Kepadatan diprediksi akan terjadi. Untuk itu, pihaknya telah melakukan rakor bersama stakeholder terkait, termasuk panitia.
"Sudah ada anggota yang kita stand by. Mulai sepanjang jalur kirab, penggal jalan menuju lokasi, hingga titik rawan kepadatan lainnya. Kami siapkan tim urai juga, yang akan berangkat ketika ada penambahan personil di titik tertentu," terangnya.
"Selain pengawasan langsung dilapangan, pemantauan juga akan dilakukan di ruang TMC, memantau kalau semisal ada titik lain yang ternyata padat," tuturnya.
Agung juga meminta masyarakat menghindari ruas jalan yang terdampak ketika berpergian.
"Jadi kami mohon maaf, semisal besok ada masyarakat yang terganggu perjalannya. Kami akan terus berupaya agar kepadatan arus kendaraan tidak terjadi," ungkap Agung. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy