RADARSOLO.COM – Pemerintah telah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang diproduksi Perum Bulog per 1 Mei.
Di Kota Solo, HET beras SPHP naik dari sebelumnya Rp 10.400 menjadi Rp 11.500 per kilogram (kg), kini beras kemasan 5 kg itu dijual Rp 57.500.
Kepala Bulog Solo Andy Nugorho mengatakan, kenaikan harga beras SPHP sesuai putusan Badan Pangan Nasional Nomor 142/TS/02.02/K/4/2024 tentang Penugasan SPHP Beras tahun 2024. Menurutnya, kenaikan itu didasari atas kenaikan harga di tingkat produksi dan pasar.
"Kami menyesuaikan kenaikan harga dari keputusan Bapanas. Di mana menurut kami kenaikan harga ini dilakukan menyesuaikan kenaikan harga di pasar," terang Andy.
Dia mengatakan, harga gabah di tingkat penggilingan atau petani kini juga mengalami kenaikan. Semula Rp 9.950 per kg, kini menjadi Rp 11 ribu per kg.
Menurutnya, kenaikan harga itu diterapkan petani untuk menutup kerugian atas menurunnya masa panen sebelumnya. "Sepertinya kalau dengan harga yang lama petani merasa belum untung. Jadi menyesuaikan dengan biaya produksi yang sebelumnya memang sudah tinggi," ujarnya.
Meskipun demikian, pasca panen raya Bulog giat melakukan penyerapan. Baik dengan metode PSO maupun komersial. Sebanyak 11.500 ton setara beras telah pihaknya serap melalui PSO serta sekira 2.500 ton pihaknya serap secara komersial. Total keseluruhan ketersediaan beras yang ada di gudang Bulog menyentuh 17 ribu ton.
"Angka itu masih bertambah seiring penyerapan yang kami lakukan. Di samping itu, kegiatan stabilisasi harga juga masih jalan. Baik yang GPM maupun yang bantuan pangan pemerintah," tukasnya. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy