RADARSOLO.COM – Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan pin emas usai mendengar kesaksian salah satu peserta yang kehilangan seluruh sertifikatnya walau sudah lama mengabdikan diri sebagi kader PKK.
Ada yang menarik dalam malam puncak Jambore PKK Peringatan HUT ke-52 Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dihelat di Taman Balekambang, Solo, Kamis (16/5) malam.
Salah satu kader kawakan asal Provinsi Maluku Utara diberi pin emas oleh sang ibu negara.
Momen bahagia kader PKK asal Maluku bernama Yuni Lestari itu tertangkap kala sesi dioalog interaktif atau kuis spontan yang dibawakan oleh Iriana Jokowi dan Wury Ma’ruf Amin malam itu.
Merasa mendapat kesempatan untuk bisa satu panggung dengan perempuan nomor 1 dan nomor 2 di Indonesia, kader PKK asal Maluku itu langsung curhat.
Yuni bercerita bahwa dirinya sudah mengabdikan diri selama 38 tahun menjadi kader PKK.
Karirnya sebagai kader PKK itu dimulai dari tingkat desa sampai di tingkat provinsi seperti sekarang.
Sayang seribu sayang, pengabdian panjang itu tampak kurang lengkap karena dirinya tak bisa memperoleh pin emas PKK seperti kader-kader kawakan lainnya yang sudah mengabdikan diri selama puluhan tahun.
“Nama saya Yuni Lestari dari Maluku Utara. Saya telah mengabdi selama 38 tahun dari tingkat desa hingga provinsi. Tapi SK-nya pada hilang, Bu. Jadi tidak bisa menhakukan permohonan pin emas,” kata dia.
Pernyataan itu langsung direspons oleh Iriana Jokowi.
Ibu Negara itu langsung memerintahkan Ketua Umum PKK periode 2019-2024, Tri Tito Karnavian untuk mengurus hal-hal tersebut.
Sehingga sang kader asal Maluku Utara itu bisa segera menerima haknya akan pin emas kebanggaan kader PKK.
“Karena beliau sudah mengabdi 38 tahun beliau harusnya juga sudah dapat penghargaan pin emas. Tapi karena tidak ada, jadi tidak dapat. Saya berharap Bu Tito, nanti bisa dapat pin emas,” tegas Ibu Negara.
Yuni Lestari pun menimpali pernyataan itu dengan kalimat sederhana.
Dia mengatakan, baginya pin emas itu tidak lebih penting dibanding pengalaman berharga bisa sepanggung dengan Iriana Jokowi dan Wury Ma’ruf Amin seperti malam itu.
Meski demikian, ia tetap menunjukkan rasa bangga karena bisa segera dapat pin emas PKK.
“Bagi saya pin emas itu nomor dua. Yang utama saya bisa bersama dengan ibu di sini,” terang Yuni.
Dalam kesempatan itu, kader PKK asal Maluku Utara tersebut juga berhasil menjawab dengan sempurna pertanyaan dari Wury Ma’ruf Amin tentang waktu pelaksanaan HUT HKG PKK yang digelar setiap tahunnya.
Pertanyaan itu dijawab panjang lebar oleh Yuni Lestari.
Sehingga dirinya mendapatkan kesempatan untuk dihadiahi sepeda oleh Iriana Jokowi.
Uniknya, kader PKK yang satu ini justru menolak dan memohon izin agar sepeda yang dimenangkannya itu diberikan pada pihak yang lebih membutuhkan.
“Terima kasih, Bu. Kalau boleh nanti saya sumbangkan ke yang membutuhkan saja,” ucap Yuni diikuti pamitan pada Iriana Joko Widodo dan Wury Ma’ruf Amin sembari turun dari panggung. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria