Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Produk Fashion dan Kriya Indonesia Harus Naik Kelas, Dekranas di Solo Gairahkan Kerajinan Khas Nusantara

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 17 Mei 2024 | 18:10 WIB

Expo Dekranas 2024 yang memamerkan berbagai kerajinan dari berbagai kota di Indonesia.
Expo Dekranas 2024 yang memamerkan berbagai kerajinan dari berbagai kota di Indonesia.

RADARSOLO.COM - Produk fashion dan kriya merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Keduanya mengandung nilai seni, estetika, hingga ekonomi. Namun demikian, pelaku industri fashion dan kriya juga perlu memahami sejumlah aspek penting untuk mencapai kesuksesan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Loemongga Agus Gumiwang dalam talkshow "Fashion dan Kriya Indonesia Mendunia" di ajang Expo Dekranas 2024, Kamis (16/5/2024).

Menurut Loemangga, pengusaha harus bisa menonjolkan keunikan produk sebagai nilai tambah. Agar dapat bersaing di pasar global.

"Pengusaha juga harus memperkuat berbagai aspek manajemen, baik produksi, pemasaran maupun keuangan. Termasuk peningkatan kemampuan SDM yang ada," terangnya.

Semangat inovatif dan kolaborasi itulah yang pihaknya tekankan kepada pelaku industri kriya dan fashion lokal. Seperti melalui acara talkshow tersebut, tiga narasumber dihadirkan. Untuk memberi insight kepada pengusaha atau pengrajin lokal dalam mengembangkan bisnis.

Salah satu narasumber yakni Happy Salma, founder dan Creatice Conceptor Tulola Jewelry bercerita, bahwa inspirasi itu bisa datang dari mana saja.

Seperti yang dilakukan Happy yang mengawinkan budaya masa kini dengan warisan Indonesia pada bisnis perhiasannya. Sehingga terbentuk motif yang memiliki nilai seni tinggi bagi pemakainya.

"Produk kami mengkawinkan motif komunal yang berkembang di masyarakat dengan motif leluhur. Dari situlah lahir nilai filosofis dari suatu produk, yang tiap desain atau motifnya memiliki interpretasi masing-masing," urainya.

Narasumber lain, pengusaha sepatu dan aksesoris terkenal dari Bali, Ni Luh Djelantik mengatakan, sukses membangun usaha kriya bisa diupayakan oleh siapapun yang bersungguh-sungguh.

Menurutnya, bisnis usaha harus bisa memberi manfaat ke lingkungan sekitar. Sebuah brand mampu terbangun jika seorang pengusaha berkomitmen terhadap impiannya.

"Brand hanya sebuah nama, kalau tidak ada upaya meneruskan atau memberi manfaat lebih ke sekitar, ya percuma. Harus ada soul-nya. Karena brand adalah storytelling sebagai simbol usaha kita," papar Ni Luh.

Dia mengakui kuncinya adalah konsistensi dalam berbisnis. Di mana kualitas dari apapun yang dibuat harus tetap dijaga.

“Serta bangun keinginan untuk membahagiakan pelanggan jauh di atas daripada keinginan untuk meraih keuntungan semata. Sebab pelanggan adalah aspek penting dari keberlanjutan bisnis kita," ungkapnya. (ul/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#expo #fashion #Dewan Kerajinan Nasional #dekranas #kriya #solo #talkshow