RADARSOLO.COM - Kasus kecelakaan yang melibatkan angkutan bus, ternyata belum menggugah kesadaran manajemen perusahaan otobus (PO).
Pasalnya masih ditemukan sejumlah bus yang kedapatan tidak layak jalan masuk ke Terminal Tipe A Tirtonadi, Minggu (19/5/2024). Baik bus umum, maupun bus pariwisata yang parkir di terminal setelah mengantar rombongan wisatawan menuju Masjid Zayed.
Hal ini terungkap dari hasil sidak yang dilakukan Satlantas Polresta Solo Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jateng, Dishub Solo, dan Jasa Raharja (19/5).
Kanit Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas, Satlantas Polresta Solo Iptu Surawan Nurjaya mengatakan, inspeksi keselamatan lalu lintas jalan ini dilaksanakan untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan bus.
"Kami cek seluruhnya, baik antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), maupun pariwisata. Mulai dari kondisi fisiknya, fungsi pengereman, administrasinya, serta kondisi kesehatan awak bus," tutur Surawan, mewakili Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan
Dikatakan, dalam 1 jam pertama pelaksanaan kegiatan, ada 26 bus terjaring razia, dengan rincian 12 unit bus AKAP, 11 unit bus AKDP, dan 3 unit bus pariwisata, hasilnya tujuh armada dinyatakan tidak laik jalan karena pelanggaran administrasi.
"Ada tujuh bus yang kita sanksi tilang, karena pelanggaran administrasi, diantaranya adalah SIM dan STNK mati. Ada juga bus yang Kartu Pengawasan (KP) mati. Di mana untuk bus pariwisata yang kita terjaring semua KP-nya mati," ujarnya.
Dengan adanya temuan ini, lanjut Surawan, dia akan melakukan inspeksi langsung ke garasi PO. Bila dalam inspeksi tersebut ditemukan kendaraan yang tidak layak jalan, maka kepolisian akan melakukan teguran terhadap manajemennya.
Sementara itu, Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Terminal Tirtonadi Solo Bandiyono mengatakan, kegiatan ramp check di Terminal Tirtonadi dilaksanakan setiap hari.
"Untuk ramp check sebenarnya memang sudah melekat menjadi tugas pokok dan fungsi petugas di Terminal Tirtonadi, dan sudah kami laksanakan setiap hari," terangnya.
"Hanya saja untuk kegiatan kali ini kami laksanakan dalam skala yang lebih besar dan gabungan dengan stakeholder terkait, seperti Polresta Solo, Dinas Perhubungan Kota Solo, dan Jasa Raharja." sambung Bandiyono.
Dia menjelaskan kegiatan ramp check lebih diintensifkan sebagai tindakan mitigasi, sekaligus langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan kendaraan angkutan orang.
"Kami intensifkan lagi, dengan skala yang lebih besar sebagai tindakan mitigasi dan preventif untuk menekan angka kecelakaan. Juga agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman menggunakan transportasi umum khususnya bus." ucapnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy