RADARSOLO.COM – Arus lalu lintas di Simpang Joglo Solo kembali ditutup untuk lima bulan ke depan. Kebijakan ini terkait kelanjutan proyek underpass di lokasi tersebut. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo telah menyiapkan sejumlah manajemen dan rekyasa arus lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo Ari Wibowo menjelaskan, penutupan total simpang Joglo hingga lima bulan ke depan dimulai sejak Selasa (21/5) malam pukul 21.00 hingga 27 November 2024.
“Penutupan total Simpang Joglo ini untuk mendukung pekerjaan lanjutan Underpass Joglo yang sudah memasuki tahap keempat,” ujar Ari, Minggu (19/5).
Ari mengatakan, kalau sebelumnya simpang sebidang sisi utara Palang Joglo masih dibuka, mulai Selasa malam (21/5) ditutup. Otomatis sudah tidak ada kendaraan bisa melintas di simpang sebidang kereta api itu.
Pengalihan arus lalu lintas diterapkan di beberapa ruas jalan. Mulai dari Jalan Solo-Purwodadi, arus kendaraan dari utara ke selatan akan dialihkan ke Jalan Kerinci menuju Mojosongo atau Jalan Gunung Slamet.
Selanjutnya arus dari selatan yang hendak menuju utara (Solo-Purwodadi) bisa memutar via Jalan Letjen Sutoyo – Jalan Gunung Slamet – Jalan Kerinci kemudian kembali ke Jalan Raya Solo-Purwodadi.
“Sementara arus dari sisi barat (Sumber/Banyuanyar) yang hendak menuju ke timur (arah Surabaya/Jawa Timur) maupun sebaliknya akan dialihkan untuk memutar via Jalan Adi Sumarmo - Jalan Letjen Sutoyo maupun sebaliknya,” terang dia.
Dishub meminta pengguna jalan yang tidak berkepentingan menghindari kawasan Simpang Joglo. Sebab, masyarakat benar-benar tidak bisa melintas di kawasan tersebut.
Sosialisasi kepada masyarakat pun telah disampaikan melalui pemangku kelurahan di lokasi terdampak maupun melalui media sosial dan media massa di Kota Bengawan. Selain itu, dishub juga telah memasang papan-papan informasi terkait penutupan tersebut.
Baca Juga: YouTuber Otomotif Ridwan Hanif Isyaratkan Bakal Maju Pilkada Klaten, PKS: Masuk Kriteria Banget
“Masyarakat kami minta menyesuaikan. Jika tidak berkepentingan mending sekalian memutar sekalian dan agar tidak terjebak macet mungkin bisa menggunakan kendaraan yang lebih kecil atau berangkat lebih awal,” papar dia.
Sementara untuk kendaraan berat golongan 3,4, dan 5 langsung dialihkan untuk menggunakan ruas tol jika tidak berkepentingan untuk masuk Kota Solo.
Ini berlaku sampai lima bulan kedepan, tentu juga aka nada potensi kepadatan yang muncul di berbagai titik sekitar lokasi penutupan.
“Kami siapkan petugas untuk mengurai kepadatan, khususnya di jam-jam padat jam berangkat dan pulang sekolah dan jam berangkat dan pulang kerja. Intervensi APILL dari CC Room juga akan kami lakukan,” terang Ari Wibowo.
Sekadar informasi, proyek Underpass Joglo yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR dimulai sejak akhir Desember 2023 lalu. Ada empat tahapan pekerjaan yang akan dilakukan. Mulai dari penataan drainase dan utilitas di sekitar lokasi proyek, pekerjaan frontage, underpass, serta mekanikal dan elektrikan.
Dilanjutkan pembuatan bundaran di atas underpass, hingga penataan landskap. Proyek yang nilainya mencapai Rp 284 miliar itu ditarget rampung akhir November 2024.
“Kontrak kerjanya dari 27 November 2023 sampai 27 November 2024. Akhir November harus selesai,” terang PPK 3.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Pelaksana Jalan Nasional Jawa Tengah – D.I. Yogyakarta beberapa waktu lalu. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno