RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan berbagai langkah penanganan untuk 25 warga RT 03 RW 06 Kelurahan Manahan, yang ikut terdampak kebakaran, Jumat (20/5) lalu. Rencananya warga terdampak di samping bantaran rel kereta api tersebut diupayakan agar bisa menempati rusun untuk sementara waktu.
Camat Banjarsari Beni Supartono mengungkapkan, ada sembilan KK yang diupayakan bisa menempati rusun milik Pemkot Solo. Hal ini dilakukan sebagai upaya lanjutan menimbang bantuan rehabilitasi bangunan pasca kebakaran tak bisa dilakukan serta merta, karena banyak hunian warga yang berstatus liar karena berdiri di atas tanah negara.
“Kami baru koordinasikan (dengan pengelola rusun), kira-kira masih ada yang kosong atau tidak,” terangnya, Senin (20/5/2024).
Sejak kemarin, warga terdampak kebakaran telah dipastikan meninggalkan lokasi pengungsian yang ada di Pendapa Kelurahan Manahan. Sebagian dari mereka ada yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga, atau memutuskan untuk sewa rumah atau kos di berbagai lokasi terpisah.
“Semua sudah di data mereka tingga di mana, tentu nanti akan dibantu administrasinya,” terangnya.
Dari informasi yang didapat Jawa Pos Radar Solo pada pengurus Kelurahan Manahan, ada 25 warga terdampak dari 9 KK berbeda. Mereka menghuni delapan rumah yang berbeda.
Semua rumah dipastikan tak tersisa akibat kebakaran hebat Jumat lalu itu. Dari delapan hunian warga tersebut, ternyata hanya satu yang berstatus hak milik. Sisanya dipastikan berdiri di atas tanah negara.
“Yang terbakar ada delapan rumah, jadi ada satu rumah yang dihuni 2 KK. Dari delapan itu hanya satu yang HM (tanahnya hak milik),” terang Lurah Manahan Syaefudin. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy