RADARSOLO.COM -- Penutupan total Simpang Joglo Solo, mulai Selasa (21/5) malamBaca Juga: Ziarah ke Astana Mangadeg Matesih Karanganyar, Napak Tilas Tempat Semedi Pangeran Sambernyawa Nan Sakti Mandraguna, berpotensi memicu keruwetan di kawasan sekitar. Terutama mulai Viaduk Gilingan hingga Simpang Lima Balapan diprediksi jadi simpul kemacetan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perubungan (Dishub) Solo Ari Wibowo mengungkapkan, seiring dilakukannya penutupan total Palang Joglo per Selasa (21/5) malam mendatang, sejumlah kawasan diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan yang melintas.
Dari pengalaman sebelumnya, lokasi yang diprediksi paling padat dan akan jadi simpul kemacetan akan terlihat di kawasan Viaduk Gilingan dan Simpang Lima Balapan.
“Dari pengalaman sebelumnya di awal pembangunan Rel Layang Joglo, dampak kemacetan paling besar rawan di Viaduk Gilingan (Simpang Ngemplak – Simpang Gilingan) dan Simpang Lima Balapan (Jalan Letjen S.Parman),” terang dia.
Kepadatan di kawasan Viaduk Gilingan diprediksi meningkat. Sebab, kawasan tersebut merupakan jalur alternatif terdekat yang juga merupakan jalur bus dan kendaraan muatan.
Termasuk kendaraan berat masih berpotensi lewat di Viaduk Gilingan, meski sudah diarahkan melintas via tol. Sebab, jalur itu kini sudah bisa dilintasi kendaraan besar.
“Ada kemungkinan banyak pengguna jalan melintas di Viaduk Gilingan. Dampaknya kepadatan lalin akan terlihat mulai dari Simpang Ngemplak, Simpang Gilingan dan jalan-jalan di sekitarnya. Seperti di Jalan Tentara Genie Pelajar dan di sekitarnya,” ujar Ari Wibowo.
Kawasan Simpang Lima Balapan juga berpotensi padat lalu lintas karena lokasi itu merupakan jalur keluar masuk bus besar selain melalui Viaduk Gilingan.
Potensi kemacetan di kawasan itu makin besar karena di ruas Jalan Letjen S. Parman itu masih ada simpang sebidang kereta api yang intensitas kereta apinya terbilang tinggi.
Hal ini biasanya membuat antrean kendaraan yang keluar masuk di ruas Jalan Letjen S. Parman itu kerap tersendat. Kondisi ini memicu kemacetan.
“Kalau potensi padat lainnya kemungkinan juga terlihat di utara Simpang Joglo seperti di Jalan Kerinci Mojosongo dan jalan alternatif di Makam Bonoloyo untuk roda dua,” papar dia.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membenarkan penutupan total akses lalu lintas di Simpang Joglo itu dilakukan untuk mendukung pekerjaan lanjutan proyek Underpass Joglo yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR.
Gibran meminta masyarakat Kota Solo dan sekitarnya sedikit lebih bersabar jika penutupan jalan yang dilakukan mulai 21 Mei hingga 27 November 2024 itu menimbulkan kemacetan dan sebagainya.
“Kemacetan akan sangat menumpuk di beberapa titik. Warga Solo mohon bersabar dulu untuk penutupannya ya, sabar dulu sampai akhir tahu,” terang Gibran. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno