RADARSOLO.COM– Penataan Koridor Teuku Umar Solo bakal menyedot anggaran Rp 2 miliar. Konsepnya mirip seperti Koridor Gatot Subroto dengan memaksimalkan potensi kuliner di kawasan itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki mengungkapkan, penataan Koridor Teuku Umar atau popular dikenal kawasan Keprabon meliputi perbaikan drainase, utilitas, pedestrian, dan lampu penerangan jalan (PJU).
“Pekerjaannya dari simpang Mangkunegaran (Jalan Teuku Umar) sampai simpang Keprabon (Jalan Slamet Riyadi). Anggarannya Rp 2 miliar,” kata Nur Basuki, Jumat (24/5/2024).
Konsep penataan yang akan dilakukan dimulai dari penataan saluran drainase dan utilitas. Nantinya kawasan tersebut tidak ada jaringan kabel yang melintas di atas bangunan. Semuanya akan ditanam di dalam tanah agar kawasan itu tampak lebih longgar.
“Sebelum penataan pedestrian, penataan drainasenya dulu dan penataan utilitasnya. Jadi kabel-kabel di sana nanti diturunkan (ditanam dalam tanah, Red),” terang dia.
Setelah drainase dan utilitas rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penataan pedestrian. Pedestrian Koridor Teuku Umar itu nantinya akan menggunakan batu andesit untuk menggantikan paving block yang sebelumnya dipakai di kawasan itu.
Selain itu, juga akan dilengkapi dengan guiding block untuk penyandang tuna netra. Termasuk penyeragaman signage dengan batas ketinggian 2,4 meter.
“Konsepnya mirip penataan Koridor Gatsu (Gatot Subroto). Kalau soal lampu hias sebetulnya yang dibutuhkan PJU, tinggal nanti bentuknya bisa menyesuaikan seperti lampu hias,” terang dia.
Saat ini, proses lelang pekerjaan akan segera dilakukan. Paling cepat, pekerjaan fisik penataan Koridor Teuku Umar bisa dilakukan bulan depan. Meski demikian, DPUPR Kota Solo memastikan penataan koridor itu selesai di tahun ini.
“Paling cepat bulan depan kalau lelangnya sudah selesai. Kebutuhan waktunya 4-5 bulan pekerjaan, November selesai,” papar Nur Basuki.
Sekadar informasi, penataan Koridor Teuku Umar kali pertama disampaikan oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka awal pekan ini saat berbincang santai dengan awak media di salah satu kedai kopi di kawasan itu.
Gibran mengungkapkan, rencananya untuk menata koridor itu dengan menimbang potensinya untuk mendongkrak wisata kuliner di kawasan tersebut.
“Koridor ini bagus ya. Banyak kafe dan tempat makan, nanti kita tata koridornya. Pavingnya yang rusak diganti, sama lampunya kita ganti biar bisa menyala sampai malam. Jadi ini kusus kordidor untuk kuliner,” kata Gibran belum lama ini. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno