Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemerintah Daerah se Solo Raya Usulkan Rp 376,3 Miliar ke Pemprov Jateng, Alokasi Terbesar untuk Ini

Silvester Kurniawan • Senin, 3 Juni 2024 | 05:15 WIB

 

Event Solo Great Sale ajang promosi produk lokal
Event Solo Great Sale ajang promosi produk lokal

RADARSOLO.COM – Wilayah Solo Raya dipandang potensial untuk mengdongkrak perekonomian di wilayah Jawa Tengah sisi timur ke depan. Mengoptimalkan potensi tersebut, tujuh pemerintah di wilayah ini mengusulkan anggaran Rp 376,3 miliar untuk sejumlah program ke Pemprov Jateng di APBD Jateng 2025.

Usulan anggaran untuk program prioritas ini disampaikan dalam Rembug Pembangunan Jateng 2024 yang dihelat di Kota Solo, Jumat lalu (31/5).

Dalam forum itu, kabupaten/kota di Solo Raya masing-masing mengusulkan lima program prioritas di 2025. Mayoritas merupakan proyek fisik berupa pembangunan infrastruktur dan sejenisnya.

“Lima usulan ini sudah dikerucutkan dari 15 usulan yang kami sampaikan ke masing-masing pemerintah daerah. Tentu saja nanti masih akan dibahas dan dipilah mana yang paling prioritas karena keterbatasan anggaran,” terang Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, Jumat (31/5) lalu.

Usulan sebesar Rp 376,3 miliar untuk wilayah Solo Raya itu berbeda setiap daerah. Nanti akan tetap diseleksi oleh Pemprov Jateng menimbang keterbatasan anggaran di tahun depan.

“Total usulan dari semua kabupaten/kota di Jateng ini Rp 50,1 triliun. Padahal anggaran kami hanya Rp 23-24 miliar. Khusus untuk Solo Raya usulannya memang banyak soal infrastruktur, sarana-prasarana, pembangunan pasar dan sebagainya,” ujar Nana.

Di lain sisi, Pemprov Jateng merasa perlu menggenjot pembangunan di wilayah menimbang adanya peningkatan pola investasi di Jawa Tengah.

Nana berharap anggaran-anggaran yang dialokasikan oleh pemprov itu bisa dikolaborasikan dengan program-program pendanaan lainnya dari corporate social responsibility (CSR) dan lain sebagainya.

“Nanti akan kami bahas mana yang paling prioritas dan berapa kebutuhan riilnya,” terang Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno.

Ditanya soal potensi Solo Raya berdasarkan pandangan Pemprov Jateng, Sumarno melihat Jawa Tengah dibagi oleh tiga wilayah besar dengan pusat kegiatannya masing-masing.

Baca Juga: Keseruan Kandang Pitik Downhill Race 2024 Wonogiri: Libas Lintasan Berbatu dan Tanah Merah

Solo Raya masuk di pusat kegiatan di wilayah timur, mendampingi Semarang Raya di tengah dan Banyumas-Purwokerto di sisi barat. Pemprov Jateng mengaku berupaya untuk mendongkrak wilayah-wilayah itu jadi sentra pertumbuhan ekonomi untuk wilayah sekitar.  

“Perhatian tentu ke semua wilayah. Namun ada prioritas yang difokuskan dan berdampak pada anggaran yang dialokasikan di sana. Harapannya kalau anggaran besar pertumbuhan ekonomi juga tinggi,” ujar Sumarno.

Dipandang sebagai wilayah yang potensial, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berpandangan pentingnya kolaborasi antar pemerintah daerah di wilayah Solo Raya untuk meningkatan perputaran perekonomian di wilayah ini.

“Sangat penting sekali sinergi antara Solo Raya dengan kabupaten sekitar. Saya meyakini Solo Raya bisa menjadi pusat untuk pertumbuhan ekonomi. Sebab itu, penting sekali untuk mengurangi egosektoral untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” kata wakil presiden terpilih ini. (ves/bun)

 

 

Editor : Kabun Triyatno
#APBD Jateng 2025 #pemprov jateng #solo raya