Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkot Solo Beri Warning Tidak Sembelih Sapi TPA Putri Cempo untuk Kurban, Ini Alasan Berbahaya Bagi Kesehatan

Antonius Christian • Rabu, 5 Juni 2024 | 22:09 WIB
Sapi-sapi di TPA Putri Cempo tak direkomendasikan untuk kurban (Antonius Christian/Radar Solo)
Sapi-sapi di TPA Putri Cempo tak direkomendasikan untuk kurban (Antonius Christian/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pengawasan peredaran sapi jelang Idul Adha semakin diperketat. Terutama sapi-sapi yang selama ini digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo. Sebab, dari sisi kesehatan tidak direkomendasikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (Dispangtan) Kota Solo Eko Luthfi mengatakan, untuk Idul Adha tahun tahun ini, pihaknya membentuk tim khusus berjumlah 60 personel. Mereka akan disebar di 54 kelurahan di Solo.

"Kami sudah sosialisasi untuk tata cara penyembelihan kepada  50 orang perwakilan takmir masjid. Baik teori maupun praktiknya. Pemeriksanan sudah dimulai sejak 3-20 Juni," papar Eko kepada radarsolo.com (5/6/2024).

Tidak hanya sosialisasi, tim yang diterjunkan juga telah melakukan pemeriksaan kondisi hewan yang dijual jelang Idul Adha. Sudah ada empat titik yang diperiksa.

 "Kami perlu waspada PMK (penyakit mulut dan kuku) dan LSD (Lysergic Acid Diethylamide). Karena tidak memungkiri masih ada potensi," ujarnya.

"Penjual juga sudah kita wanti-wanti, di mana hewan yang mereka jual dilengkapi dengan SKKH (surat ketereangan kesehatan hewan) dari daerah asal ternak. Itu yang menjadi darsar dan filter kita untuk menjaga agar tidak terjadi penularan," kata Eko.

Disinggung terkait sapi-sapi yang biasanya berkeliaran di TPA Putri Cempo, Eko mengatakan, sapi di sana juga menjadi perhatian.

Dispangtan sudah rutin memberikan vaksinasi terhadap sapi yang biasnaya digembalakan di Putri Cempo.

"Jadi sebenarnya, yang perlu diketahui sapi di TPA Putri Cempo itu memiliki kandungan timbal yang tinggi. Padahal, batas maksimalnya itu 1 PPM (part per million),” ujar Eko.

Apalagi sapi-sapi itu sudah lama di TPA Putri Cempo. Memang bisa dikonsumsi bisa memicu keracunan, namun tidak dalam sekali makan. Sehingga lebih baik tidak dijual daripada berrisiko. Lebih baik mencari sapi yang sehat.

Eko mengakui memang hal ini menjadi satu problematika. Sebab, pemkot tidak bisa melarang penjualan. Hanya bisa sebatas menghimbau kepada masyarakat.

"Jadi pengawasannya yang diperketat," tutur Eko.

Disinggung soal hewan kurban di Solo, Eko memprediksi tahun ini akan ada kenaikan 10 sampai 15 persen dibanding momen Idul Adha tahun lalu.

Di mana tahun lalu, ada 9.095 ekor ternak yang disembelih. Dengan rincian sapi 3.139 ekor, kambing 5.626 ekor, dan domba 330 ekor.

"Kurang lebih sama. Kalau tahun lalu 16 persen kenaikan, mungkin tahun ini sampai 10-15 persen," ungkapnya.

Disinggung soal sapi presiden, Eko mengatakan, hingga saat ini belum mendapatkan informasi. Namun pihaknya mengatakan akan tetap memperlakukan hal yang sama.

"Kalau dari presiden nanti kami kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Jadi mereka yang akan mengawal. Kami sifatnya membantu," ujar Eko. (atn/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#idul adha #Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan #sapi #TPA Putri Cempo Solo