Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Memiliki Jejak Sejarah Panjang, Arsip Tari Khas Mangkunegaran Solo Diusulkan Masuk ke Memory of The Word

Maulida Afifa Tri Fahyani • Selasa, 11 Juni 2024 | 02:30 WIB

  

Latihan tari di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Latihan tari di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Lima arsip documentary heritage Indonesia diusulkan menjadi memory of the word versi UNESCO. Salah satunya adalah arsip dari Pura Mangkunegaran Solo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto mengatakan, arsip tersebut berisikan tari khas Mangkunegaran. Di mana pengajuan ini menjadi upaya pelestarian kearsipan sekaligus jejak sejarah bangsa.

"Indonesia sedang mengajukan lima documentary heritage. Di antaranya arsip Kartini dan perjuangan gender, pembentukan ASEAN, Hamzah Mansuri, Sanghyang Siksa Kandang Karesian, serta Tari Khas Mangkunegaran," kata Imam saat ditemui di sela Konferensi ke-28 SEAPEVAA di Solo, Senin (10/6/2024).

Imam menjelaskan, arsip keraton yang diajukan itu merupakan karya dari KGPAA Mangkunegara IV. Terdiri dari seribu halaman, berisi tentang naskah tari-tarian khas keraton sekaligus cengkok tariannya.

"Bahasanya campuran. Ada yang menggunakan aksara Jawa juga," imbuhnya.

Menurut Imam, naskah itu diajukan karena lekat dengan nilai sejarah Indonesia. Begitu pula, dengan empat warisan dokumenter lainnya.

"Mudah-mudahan di akhir tahun atau awal tahun diumumkan. Sebab, kalau Indonesia bisa mengajukan kelima ini bagus sekali. Padahal jatahnya cuma dua, tapi kami optimistis bisa mengajukan lima," ungkap dia.

Imam menjelaskan, pengajuan warisan dokumenter itu melalui pertimbangan banyak hal. Sebelumnya, naskah telah diregister dahulu sebagai memori kolektif bangsa. Kemudian dikaji oleh dewan pakar.

Pengajuan arsip sebagai memory of the word harus berupa naskah orisinil yang memiliki pengaruh signifikan terhadap peristiwa nasional maupun internasional.

"Kalau sudah lolos itu akan dijamin preservasinya jadi ada kontrol dari UNESCO kepada negara. Kemudian negara harus bisa menjamin kalau itu milik masyarakat, sehingga Indonesia sebagai pemilik juga harus bisa menjaga preservasinya," jelas Imam.

Sebelumnya, tiga arsip dokumenter Indonesia telah resmi menjadi memory of the word for Asia and Pasific. Yaitu arsip Indarung I Semen, arsip penelitian penyakil gula tebu, dan naskah Tambo Imam Bonjol.

Saat ini, jelas Imam, kelima arsip yang tengah diajukan ini mulai memasuki proses penjurian oleh UNESCO. Kelima dokumenter tersebut merupakan arsip baru yang sebelumnya belum pernah diajukan.

"Begitu suatu negara mengajukan koleksi sebagai memory of the word, negara itu harus menjamin itu preservasinya diakses oleh masyarakat, itu kuncinya. Karena ini tidak hanya untuk kepentingan Indonesia tapi untuk kepentingan dunia," terang Imam. (ul/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#unesco #arsip #Pura Mangkunegaran #memory of the word