Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sejumlah Hewan Kurban Sakit, Ini Langkah Antisipasi  Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo Jelang Idul Adha

Silvester Kurniawan • Selasa, 11 Juni 2024 | 03:37 WIB
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo melakukan pengecekan kondisi kesehatan pada hewan di Mojosongo, Senin (10/6).
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo melakukan pengecekan kondisi kesehatan pada hewan di Mojosongo, Senin (10/6).

 

 

RADARSOLO.COM Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispangtan) Kota Solo mendapati adanya sejumlah hewan kurban dalam kondisi sakit saat melakukan sidak di kawasan Mojosongo, Senin (10/6/2024). 

"Dari hasil pemeriksaan ada yang kena penyakit LSD satu ekor, namun tidak parah. Selain itu ada yang kena scabies satu, dan kaskado satu ekor," terang Kepala Dispangtan Kota Solo Eko Nugroho.

Adanya penemuan hewan yang kondisinya sakit tersebut, dinas langsung melakukan penanganan. Dispangtan juga meminta agar pengelola tempat penjualan hewan kurban melakukan karantina terhadap hewan yang sakit tersebut. 

"Dipisahkan agar tidak menular ke yang lain, sudah diobati, mudah-mudahan segera sembuh," terang Eko. 

Dalam kesempatan itu dispangtan menegaskan pengecekan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Idul Adha yang jatuh pada 17 Juni mendatang. 

"Ini rutin setiap tahun kami melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat penampungan. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak 3 Juni dan akan berlangsung sampai hari tasyrik sampai 20 Juni," terangnya. 

Sedikitnya ada 60 personel yang digerakkan untuk mengawasi peredaran hingga penyembelihan hewan kurban pada tahun ini. Pihaknya juga mengantisipasi adanya penyakit seperti PMK atau penyakit mulut dan kuku, maupun LSD atau penyakit kulit berbenjol. 

"Syaratnya hewan kurban minimal berusia 2 tahun. Selanjutnya pengecekan fisik dan kesehatannya, jika ada yang sakit diobati. Selain itu disinfeksi juga harus rutin dilakukan," terang Eko. 

Salah seorang pengelola penampungan dan tempat penjualan hewan di Mojosongo, Yoyok Mugiyatno menilai ada penurunan penjualan hewan kurban hingga 50 persen.

Ini diakibatkan wabah PMK yang sempat muncul beberapa waktu lalu. Kendati demikian harga jual sapi tetap stabil dikisaran Rp 18-27 juta per ekor. Tahun ini sapi Bali lebih diminati daripada sapi lokal. 

"Yang sudah laku 103 ekor. Yang banyak dicari dari Bali, lebih banyak dagingnya. Kecil juga tulangnya, dan lemak hampir nggak ada. Di sini sapi lokal hanya sepuluh ekor dan belum ada yang laku," terang Yoyok. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#idul adha #hewan kurban #kota solo #mojosongo #Dispangtan #sakit