RADARSOLO.COM – Para sopir bus memiliki tingkat kelelahan yang tinggi. Hilangnya konsentrasi bisa saja membuat kendaraan yang mereka bawa terlibat kecelakaan.
Antisipasi kasus ini terjadi di jalan, aparat kepolisian menggelar pelatihan khusus untuk membekali para pengemudi bus.
Materinya terakait penanganan pertama pada kecelakaan. Seperti resusitasi jantung paru (RPJ), dan pemberian nafas buatan. Selain itu juga penanganan pendarahan, pada kecelakaan.
"Kami berikan ilmu dasar. Sambil menunggu pertolongan lanjutan, diupayakan dulu penanganan dengan benar dan baik," ujar Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi kemarin (12/6).
Kapolres mengatakan, selain melatih para pengemudi bus, kesehatan para pengemudi juga dicek. Sedikitnya ada 43 pengemudi bus yang diperiksa.
"Dari hasil pengecekan, semuanya dalam keadaan normal, seperti tensi, gula darah, dan lain sebagainya," tutur Iwan.
Kapolresta juga berpesan, meski dalam kondisi sehat, sopir sebaiknya tidak memaksakan diri dalam berkendara.
Kalau perlu ada sopir cadangan. Sebab, kecelakaan angkutan umum bukan hanya armadanya saja, kondisi pengemudi juga menentukan.
“Kalau lelah mending istirahat dulu. Jangan alasan mengejar setoran, malah memaksakan diri," ujar Iwan.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tirtonadi Bandiyono mengatakan, pihaknya merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya adalah masalah human error. Nah, pemeriksaan kesehatan ini sebagai langkah antisipasi
"Masalah human error ini menjadi salah satu faktor. Salah satunya bisa jadi karena faktor kesehatan. Misalnya kalau gula darah tinggi punya kecenderungan mengantuk, dan sebagainya. Makanya kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini." Ujar Bandiyono.
Pengurus PO Rejeki Lancar (Rela) di Terminal Tirtonadi Anto mengaku sangat senang dengan kegiatan seperti ini. Pihaknya cukup membantu dalam mengatasi dan memantau kesehatan pengemudi.
"Pengemudi bisa terkontrol kesehatannya, kalau sakitnya ngga kelihatan, kayak darah tinggi gitu kan ya bahaya. Kalau diperiksa gini, ketahuan, kita minta istirahat dulu ngga usah narik," kata dia. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno