Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gawat, Kota Solo Peringkat Kedua Kasus Narkoba di Jateng, Modusnya Kini Lebih Canggih

Maulida Afifa Tri Fahyani • Rabu, 12 Juni 2024 | 23:23 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo I Gede Nakti Widhiarta. (MAULIDA AFIFA/RADAR SOLO)
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo I Gede Nakti Widhiarta. (MAULIDA AFIFA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kasus peyalahgunaan obat terlarang di Kota Solo bikin geleng-geleng kepala. Angkanya sangat fantastis. Anak-anak muda terancam menjadi korban.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo I Gede Nakti Widhiarta mengatakan, sepanjang tahun lalu pengungkapan kasus narkoba menyentuh hampir 130 kasus di Kota Solo. Mayoritas yang beredar sabu-sabu dan ganja.

"Untuk 2024 ini kondisinya juga masih lumayan banyak. Dalam dua bulan terakhir ini kami juga sempat mengungkap ada dua kasus peredaran narkoba dengan BB (barang bukti) ganja," kata Nakti di acara Penguatan Publikasi Kelembagaan BNNK Solo di kantor setempat, Rabu (12/6).

Rata-rata peredaran narkoba melalui jasa pengiriman paket. Sebab itu, BNN menjalin kerja sama dengan kantor bea cukai untuk penncegahan masuknya lebih banyak barang haram tersebut. Selain paket, tracking pembelian narkoba biasanya juga lewat media sosial.

"Dari data hasil-hasil assessment itu ada anak di bawah umur yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Mungkin ini karena ketidaktahuannya, diajak teman atau lingkungan," jelas Nakti.

Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 36 pelaku, baik pengedar maupun penyalahgunaan narkoba telah ditangani BNN untuk wilayah Solo Raya.

Berdasarkan catatan tim asesmen terpadu (TAT), sejumlah 20 orang diantaranya merupakan hasil dari tindakan penangkapan. Sementara 16 lainnya ialah pelapor mandiri.

Menurut Nakti, Solo menduduki peringkat kedua dalam kasus gelap narkoba di Jawa Tengah karena beberapa faktor. Di antaranya banyak pintu masuk yang digunakan pengedar serta meningkatkannya volume penduduk yang hilir-mudik di Solo.

"Selain itu, dimungkinkan karena banyak industri juga di Solo. Karena biasanya peredaran gelap narkoba berawal dari pihak-pihak pekerja industri. Kami dari BNN akan terus melakukan sosialisasi dan pencegahan termasuk rehabilitas bagi pemakai barang haram tersebut," tukas Nakti. (ul/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#anak muda #narkoba #BNN Kota Solo