RADARSOLO.COM - Wacana Satlantas Polresta Solo membentuk wadah guna menaungi ambulans tak sesuai spesifikasi mendapat tanggapan dari para relawan. Salah satunya dari Ketua Forum Ambulans Sukoharjo Bersatu (FAST) Wirawan.
Dia membenarkan bila pihaknya telah diajak diskusi oleh pihak kepolisian, namun menurutnya hal ini bisa menimbulkan kerancuan.
"Karena dari hasil pertemuan, Satlantas Solo ingin menaungi komunitas di Solo Raya di bawah satu komando. Karena setiap daerah di Solo Raya sudah punya paguyuban sendiri-sendiri," ungkapnya.
Lebih lanjut, di tiap daerah para paguyuban ini juga sudah memiliki pembinanya sendiri, yakni dinas kesehatan (dinkes) masing-masing wilayah serta satlantas setempat. "Terus nggak tahu kenapa kok tiba-tiba menjadi satu," ujarnya.
Bila ingin dijadikan dalam satu wadah, lanjut Wirawan, seharusnya tidak hanya komunitas saja, namun juga dengan pembina.
"Karena kan kami dibawah binaan DKK. Kemudian ini menurut saya terlambat, karena kami sudah diwadahi dan sudah berhubungan baik," terangnya.
Lebih lanjut, untuk relawan ambulans di wilayah Sukoharjo, bagi kendaraan yang belum memenuhi spesifikasi, maka akan tercantum tulisan rescue. Hal senada juga terjadi di wilayah Karanganyar.
"Sudah kami sampaikan pada forum," ujarnya.
Lebih lanjut, Wirawan menuturkan untuk Solo memang selama ini banyak ambulans ngetem di Kota Bengawan. Akan tetapi mereka bergabung di komunitas asal kabupaten tetangga. Pasalnya DKK Solo kurang mewadahi teman-teman relawan.
"Jadi di Solo itu tidak ada paguyubannya. Jadi kurang ada komunikasi," tuturnya.
Wirawan mengatakan untuk pengubahan ambulans yang belum memenuhi syarat menjadi rescue, dia menyetujui soal hal tersebut. Sebab, mengurus perubahan tersebut mahal.
"Mengajukan perubahan karoseri itu mahal, sekira Rp 15 juta. Sementara kami bergerak sukarela dengan menyediakan layanan gratis," tutur Wirawan.
Wirawan mengatakan sebenarnya dari sisi perawatan di dalam antara armada ambulans dan rescue sama. Hanya saja dia terganjal pengubahan status kendaraan.
"Kalau biayanya bisa murah, pasti semangat teman-teman ini tinggi. Apalagi ini untuk sosial untuk kemanusiaan," paparnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy