Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pertama di Indonesia, Festival Tas Nusantara Digelar di Solo: Tak Sekadar Fashion

Maulida Afifa Tri Fahyani • Minggu, 23 Juni 2024 | 06:59 WIB
Festival Tas Nusantara (FESTARA) yang berlangsung di Balai Kota Solo mulai Sabtu-Minggu (22-23/6).
Festival Tas Nusantara (FESTARA) yang berlangsung di Balai Kota Solo mulai Sabtu-Minggu (22-23/6).

RADARSOLO.COM - Beragam produk tas berkualitas dari berbagai daerah dipamerkan dalam Festival Tas Nusantara (FESTARA) yang berlangsung di Balai Kota Solo mulai Sabtu-Minggu (22-23/6).

FESTARA mewadahi para perancang tas, seniman, anggota komunitas, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam bidang ekonomi kreatif lokal.

Diinisiasi oleh Mataya Arts & Heritage, event sekaligus menjadi festival tas pertama yang diselenggarakan di Indonesia.

Program Director FESTARA Heru Mataya mengatakan, tas lebih dari sekadar aksesoris fashion.

Dari wadah primitif hingga karya desainer kontemporer, tas memiliki sejarah menakjubkan yang mengungkap banyak hal.

"Untuk itulah, eksistensi tas ini kami pamerkan di Festival Tas Nusantara," kata Program Director FESTARA Heru Mataya, Sabtu (22/6).

Ada lebih dari 42 tenant artisan tas yang memeriahkan Festival Tas Nusantara.

Mereka berasal dari berbagai kota. Mulai dari Malang, Surabaya, Solo, Sukoharjo Rembang, Temanggung.

Kemudian juga Semarang Jogy
Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Sumatera Barat dan Bali.

Mereka memamerkan karya tas kualitas terbaiknya dalam PAMERAN INITAS.

Selain itu, ada 16 UMK/UMKM dan komunitas ikut berpartisipasi dalam Pameran Tas dan 22 kelumpok usaha kuliner ikut meramaikan FESTARA.

Baca Juga: Jokowi Jadi Saksi Nikah Sang Keponakan, Persunting Putri Mendiang Mantan Politisi Senior Golkar Solo

"Event ini bertujuan untuk mempromosikan produk tas lokal Indonesia. Karena tas tak lepas dari perkembangab sejarah, budaya dan kebutuhan masyarakat," imbuh Heru.

Tak hanya pameran, FESTARA turut meluncurkan buku bertajuk ‘TAS NUSANTARA MELINTAS WAKTU’.

Buku itu berisi kumpulan tulisan esai dari 36 partisipan penulis.

Menurut Heru, literasi menjadi bagian penting untuk berbagi ide dan pengetahuan.

Menjadikan FESTARA sebagai ruang literasi tekstual dan nontekstual.

Kegiatan talkshow bersama pegiat desainer tas lokal juga digelar.

Dalam kesempatan itu, juga digelar pemberian Anugerah FESTARA AWARDS kepada Susmirah.

Dia adalah seorang pelestari dan pengembang kerajinan agel dari Kulonprogo, Jogjakarta.

"Harapannya, FESTARA di tahun pertama ini mampu berbagi kebermanfataan untuk semua, khususnya komunitas, UMKM/UMK, dan kelompok usaha produsen tas, beber Heru.

Ia menambahkn, ternyata di balik nilai sebuah tas, terdapat pengetahuan yang tersimpan pada budaya masyarakat Indonesia. (ul/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#festival tas nusantara #fashion #balai kota solo #umkm #tas