Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

IKM Gilingan Didorong Jadi Pioner Ekspor Mebel

Silvester Kurniawan • Selasa, 25 Juni 2024 | 04:41 WIB

 

Anggota DPRD Kota Solo saat sidak ke IKM Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Senin (24/6).
Anggota DPRD Kota Solo saat sidak ke IKM Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Senin (24/6).

RADARSOLO.COM – Komisi II DPRD Kota Solo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Industri Kecil Menengah (IKM) Sri Kayu, yang sebelumnya dikenal sebagai Pasar Mebel Gilingan, Senin (24/6). Legislatif berharap, bangunan megah ini tidak sekadar menjadi lokasi produksi. Namun juga mewadahi pelatihan bagi para pekerja.

Sidak dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Solo Roro Indradi Sarwo Indah. Dia dan rombongan melihat pengoperasian mesin. Sekaligus berkeliling di sejumlah ruangan Sri Kayu, yang dilengkapi lift dan eskalator.

“Fasilitas yang modern seperti ini sangat penting, untuk mendukung efisiensi dan produktivitas industri,” kata Roro Indradi.

Pada kesempatan ini, legislatif sempat berdialog langsung dengan para konsultan pembangunan. Sekaligus pengelola IKM Sri Kayu.

“Kami ingin memastikan, bahwa IKM Sri Kayu berjalan baik dan tetap mematuhi regulasi yang ada. Karena industri kecil dan menengah (IKM) berperan penting dalam perekonomian lokal, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus,” imbuhnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Solo Wawanto berharap, IKM Sri Kayu tak sekadar difungsikan untuk produksi. Melainkan juga mewadahi pelatihan.

“Ini penting untuk meningkatkan keterampilan para pekerja. Sehingga bisa menghasilkan produk mebel yang memiliki daya saing di pasar,” bebernya.

Terkait kegiatan produksi di IKM Sri Kayu, Wawanto menyebut terbuka bagi masyarakat yang sudah terverifikasi. Mulai dari perajin kayu hingga produksi. “Selain itu, juga ada ruang pameran atau display hasil produksi di IKM Sri Kayu,” ujarnya.

Terkait proses pembangunan, lanjut Wawan, masih dalam tahap ketiga. Mencakup berbagai pembenahan dan pemenuhan pembelian mesin. “Harapannya akhir tahun ini sudah selesai. Sehingga bisa beroperasi penuh pada 2025,” katanya.

Fasilitas mumpuni dan memadai di IKM Sri Kayu, membuat legislatif optimistis produk-produk yang dihasilkan bisa bersaing di pangsa pasar internasional. Sehingga Pemkot Solo bisa memenuhi kebutuhan ekspor mebel ke mancanegara.

“Kami berharap Pemkot Solo bisa mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Sehingga mampu memenuhi permintaan pasar internasional,” bebernya.

Sementara itu, pembangunan IKM Sri Kayu menelan anggaran Rp 119 miliar. Rinciannya, Rp 52 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) fisik 2022. Kemudian Rp 35 miliar dari APBD 2023, serta DAK fisik 2024 Rp 32 miliar. (atn/nik)

Editor : fery ardi susanto
#potensi ikm gilingan solo #dprd sidak ikm gilingan solo #proyek ikm gilingan solo