RADARSOLO.COM - Jelang pendaftaran calon Pilkada 2024 yang tinggal sebulan lagi, baliho dan spanduk bergambar sosok-sosok yang digadang-gadang maju dalam bursa pencalonan terus bermunculan. Bahkan juga menampilkan sosok atau pasangan baru yang tak terduga.
Terbaru, baliho dan spanduk bergambar Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang bersanding dengan mantan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ramai muncul di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Termasuk di Kota Solo.
Dalam spanduk dan baliho itu, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen itu digadang-gadang maju sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2024.
Kemunculan spanduk bergambar Ahmad Luthfi dan Taj Yasin pun mendapat sorotan dari DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng.
"Kalau sekarang ada banyak foto Gus Yasin (Taj Yasin) disandingkan dengan Pak Luthfi, tentunya kami senang. Karena beliau (Taj Yasin) adalah bagian dari keluarga besar PPP," tutur Ketua DPW PPP Jateng Masruhan, Sabtu (29/6).
Namun demikian, diakui Masruhan, sejauh ini belum ada pembicaraan serius yang dilakukan DPW PPP Jateng dengan kedua tokoh tersebut terkait Pilgub Jateng 2024.
"Tapi sejauh ini kami belum ada pembicaraan serius, baik dengan Gus Yasin maupun dengan Pak Luthfi," terang dia.
Menurutnya, pemasangan spanduk dan baliho itu merupakan upaya sah dan diperbolehkan bagi tim pemenangan yang ingin memenangkan calon mereka.
"Jadi saya kira gambar-gambar itu bagian dari upaya tim untuk memenangkan calon yang akan diusung. Itu sah-sah saja," jelasnya.
Menanggapi munculnya dukungan terhadap Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, Masruhan mengatakan, duet itu memang sangat potensial.
Itu mengingat kedua tokoh punya basis massa yang cukup besar.
Baca Juga: Nelayan yang Tenggelam di Perairan Tasik Agung Rembang Berhasil Ditemukan Tim SAR
Untuk itu, kata dia, PPP selama ini terus berkomunikasi dengan partai lain untuk memetakan koalisi dalam Pilgub Jateng 2024.
Dia menyebut, komunikasi antarpartai politik yang terjalin sampai saat ini masih cair. Baik dengan PDI Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Gerindra maupun partai lain.
"Dengan Partai Demokrat kami sudah saling silaturahmi, dengan PKB sudah biasa komunikasi," urainya.
Lebih lanjut, Masruhan tak memungkiri bahwa mantan Wakil Gubernur Jateng itu juga memiliki peluang untuk bersanding dengan calon lainnya.
Terlebih, ketokohan Gus Yasin bukan hanya dimiliki PPP. Melainkan juga didukung masyarakat luas.
Ini terbukti dalam Pemilu DPD, Taj Yasin meraup suara terbanyak hingga 3 juta lebih.
Berdasarkan hasil survei pun nama Taj Yasin unggul dengan calon lainnya untuk maju sebagai calon gubernur Jateng.
"Untuk itu, Gus Yasin patut disandingkan dengan siapa pun," tandas Masruhan. (atn/ria)
Editor : Syahaamah Fikria