Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Resmi Berbayar Mulai Awal Tahun, Target PAD Museum Keris dan Radya Pustaka Naik 100 Persen

Perdana Bayu Saputra • Senin, 1 Juli 2024 | 02:10 WIB
Photo
Photo

RADARSOLO.COM – Museum Keris dan Museum Radya Pustaka Kota Surakarta mulai menerapkan tarif bagi pengunjungnya sejak awal tahun 2024. Hal ini membuat target Pendapatan Asli Daera (PAD) di dua museum itu naik 100 persen.

Kepala UPT Permuseuman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Bonita Rintyowati mengatakan, mulai awal tahun 2024 lalu kunjungan di museum keris mulai berbayar. Untuk wisatawan lokal tarif yang dikenakan sebesar Rp 10.000 orang, sementara wisatawan asing dikenakan tariff masuk Rp 20.000 orang.

“Selain tarif umum itu, ada juga tariff pelajar. Untuk pelajar di Solo Rp 5.000/orang, kalau pelajar dari luar Solo Rp 7.500/orang. Karena tahun ini sudah dikenakan retribusi untuk pengunjungnya ada target PAD yang harus dicapai dalam setahun,” terang dia, Minggu (30/6).

Awalnya, target PAD yang dipatok untuk dua museum itu setara Rp 100 juta di tahun 2024, dengan rincian Rp 50 juta untuk Museum Radya Pustaka dan Rp 50 juta untuk Museum Keris. Namun karena target tersebut sudah tercapai hingga Maret 2024 lalu, pihaknya mendapatkan tambahan target baru di sektor PAD itu sebesar Rp 100 juta atau naik 100 persen dari sebelumnya.

“Karena target PAD Rp 100 juta itu sudah tercapai di Maret lalu, kita diberi tambahan lagi Rp 100 juta. Alhasil target ini saya bagi dua Rp 75 juta untuk Museum Radya Pustaka dan target tambahan Rp 25 juta untuk Museum Keris. Pertimbangannya karena Museum Radya Pustaka memang lebih ramai dari Museum Keris,” terang dia.

Untuk optimalisasi PAD dari sisi pertambahan jumlah kunjungan ke dua museum itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta menyiapkan berbagai event menarik yang dihelat dalam kurun waktu berbeda. Salah satunya seperti Pameran Imersifa SRADDHA 2024 yang dihelat di Museum Radya Pustaka sejak 25-30 April ini. Selain itu, pada bulan budaya yakni Bulan Suro nanti Museum Radya Pustaka maupu Museum Keris menyiapkan berbagai kegiatan menarik guna menngkatkan jumlah kunjungan wisawatan.

“Sebagai contoh saja jumlah kunjungan rata-rata di Museum Radya Pustaka itu sekitar 2.500 orang/bulan, di Pameran Imersifa SRADDHA ini kita tergetkan tambahan 500 pengunjung/hari jadi kalau selama lima hari harapannya ada tambahan 3.000 pengunjung dalam satu pekan itu. Kedepan akan ada berbagai kegiatan menarik lainnya untuk memaksimalkan target ini,” papar Bonita.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Aryo Widyandoko menegaskan perlunya penyesuaian dan inovasi-inovasi baru untuk terus mempopulerkan museum-museum milik Pemerintah Kota Surakarta ini. Oleh sebab itu berbagai event menarik akan coba dilakukan sepanjang tahun ini seiring berlakuknya tariff retribusi (tariff masuk) bagi pengunjung yang juga sudah ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun anggaran tersebut.

“Museum itu kan barang mati, diam, dan bisu. Maka yang bisa bercerita atau menceritakan itu kita sebagai pengelolanya, ini harus didukung dengan upaya upgrading sesuai dengan perkembangan yang ada,” hemat Aryo. (ves)  

PEDULI LINGKUNGAN: Manager PLN UP3 Pamekasan Fahmi Fahresi menanam pohon secara simbolis di taman Adipura Sumenep, Minggu (30/6).
PEDULI LINGKUNGAN: Manager PLN UP3 Pamekasan Fahmi Fahresi menanam pohon secara simbolis di taman Adipura Sumenep, Minggu (30/6).
TINJAU: Bupati Sumenep, Ahmad Fausi Wongsojudo mengunjungi booth PLN UP3 Pamekasan, Minggu (30/6).
TINJAU: Bupati Sumenep, Ahmad Fausi Wongsojudo mengunjungi booth PLN UP3 Pamekasan, Minggu (30/6).
Editor : Perdana Bayu Saputra
#museum keris #museum radya pustaka