Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Musim Kemarau, Ingatkan Bencana Kebakaran Hebat di TPA Putri Cempo Solo Terulang Kembali

Silvester Kurniawan • Selasa, 2 Juli 2024 | 03:19 WIB
TPA Putri Cempo sempat terbakar saat musim kemarau tahun lalu. (M Ihsan/Radar Solo)
TPA Putri Cempo sempat terbakar saat musim kemarau tahun lalu. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Musim kemarau sangat rawan kekeringan dan kebakaran. Pemkot Solo meningatkan agar masyarakat tetap waspada. Hal ini berkaca pada musim kemarau lalu banyak terjadi kebakaran di pemukiman padat penduduk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo Niko Agus Putranto mengatakan, telah menyiagakan personel maupun sejumlah perlengkapan guna menghadapi musim kemarau tahun ini.

Dari pengalaman sebelumnya, dua fenomena seperti kekeringan dan kebakaran sampah jadi perhatian khusus. Sebab itu, ini terus disosialisasikan kepada masyarakat.

“SDM (sumber daya manusia) kami sudah siap. Begitu juga dengan relawan. Kemudian perlengkapan dan armada seperti kendaraan tangki dan sejenisnya juga disiapkan,” kata dia, Senin (1/7).

Khusus untuk fenomena kekeringan, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya. Khususnya dalam kesiapan armada tangki yang nanti bisa digunakan untuk membantu suplai air kepada masyarakat saat sumur-sumur mereka mengalami kekeringan.

“Dampak elnino ini memungkinkan terjadi kemarau panjang. Karena itu semua perlu diantisipasi, termasuk koordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah) dan instansi lain yang memiliki armada tangki seperti ini,” hemat dia.

Antisipasi kekeringan penting dilakukan. Sebab, beberapa kelurahan di Solo kerap mengalami kesulitan sulit air bersih saat terjadi kemarau panjang.

Misalnya di wilayah Mojosongo, Joglo, dan Kadipiro. Dalam beberapa tahun terakhir sering terdampak kekeringan.

“Beberapa waktu lalu kami juga sempat droping air saat IPA (instalasi pengelolaan air) PDAM berhenti. Sebab, debit air turun saat kemarau. Mumpung masih ada sedikit hujan kalau bisa ditampung,” terang Niko.

Selain fenomena kekeringan, BPBD juga meminta masyarakat akan meningkatnya potensi kebakaran saat musim kemarau.

Di musim seperti itu bencana kebakaran lahan maupun sampah bisa terjadi sewaktu-waktu. Sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan OPD terkait, khususnya untuk antisipasi potensi kebakaran di TPA Putri Cempo.

“DLH sudah melakukan antisipasi dengan menuiapkan pompa dan menyirami sampah secara berkala. Kami juga sudah koordinasi dengan Damkar soal untuk antisipasi,” beber dia.

Sekadar informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah mengungkapkan siklus musim kemarau sudah mulai terlihat sejak pertengahan Mei lalu. Diprediksi puncak kemarau terjadi Juni.

Meski demikian, BMKG memperkirakan kemarau tahun ini tidak akan sepanjang 2023 lalu. Musim Penghujan diprediksi akan terlihat pada Oktober 2024.

“Sebelum memasuki fase penuh musim kemarau masyarakat bisa memanfaatkan untuk menampung air hujan untuk antisipasi kekeringan. Kemudian untuk antisipasi potensi bencana di musim kemarau, kekeringan dan kebakaran lahan tetap harus diperhatikan,” terang Koordinator Bidang Data BMKG Jawa Tengah Iis Widya Harmoko. (ves/bun) 

 

Editor : Kabun Triyatno
#tpa putri cempo #kebakaran #pemkot solo