Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keraton Kasunan Surakarta dan Pura Mengkunegaran Gelar Kirab Malam 1 Suro: Ini Jadwal dan Agendanya

Antonius Christian • Jumat, 5 Juli 2024 | 16:35 WIB
Kebo Bule diarak dalam prosesi Malam 1 Suro, tahun lalu.
Kebo Bule diarak dalam prosesi Malam 1 Suro, tahun lalu.

RADARSOLO.COM - Ratusan personel kepolisian diterjunkan guna mengamankan Kirab Malam 1 Suro yang digelar di Kota Bengawan Minggu (7/7) malam. Beberapa pengkal jalan akan dijaga aparat kepolisian guna memperlancar jalannya kirab, namun tetap mewadahi pengendara yang melintas.

Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi menuturkan untuk kirab Pura Mangkunegaran sedikitnya ada 340 personel yang diterjunkan. Sementara kirab yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diperkirakan ada 650 personel gabungan disiapkan. Melingkupi anggota TNI, Polri, pemkot dan pam swakarsa akan berjaga.

"Untuk pengamanan malam 1 Suro, kami sudah mendapatkan surat pemberitahuan dan permohonan izin dari dua keraton. Untuk Mangkunegaran lebih awal. Yakni mulai pukul 19.00. Sedangkan untuk Kasunanan mulai pukul tengah malam (00.00. Jadi dua kegiatan akan kami amankan semua," ujarnya.

Beberapa telah disiapkan, terutama untuk mengantisipasi masyarakat yang membludak saat menyaksikan prosesi kirab tersebut.

"Terutama dari aksi kejahatan yang bisa saja terjadi, seperti copet. Akan ada anggota yang mengawasi di kerumunan, sehingga apabila ada gerak gerik mencurigakan, akan bisa segera ditindak," ujarnya.

"Kami imbau juga masyarakat untuk tidak membawa barang bawaan yang mencolok, sehingga tidak mengundang niatan untuk melakukan aksi kejahatan," sambung Iwan.

Disinggung soal pengalihan arus, Iwan menjelaskan akan sama seperti tahun lalu. Perubahan hanya pada kirab di Mangkunegaran, di mana tahun ini rutenya lebih panjang bila dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu jumlahnya (peserta kirab) cukup banyak. Dulu yang depan sudah kembali ke pintu depan, yang belakang belum berangkat," kata iwan.

"Apakah arus akan kami lakukan, nanti akan melihat kondisi dijalan. Apakah perlu dialihkan, atau cukup kami lakukan buka tutup jalan. Kami akan berkoordinasi dengan Pura Mangkunegaran maupun Keraton Kasunanan. Intinya acara tetap bisa berlangsung, namun pengendara juga terwadahi," paparnya.

Terpisah Wakil Pengageng Sasana Wilopo Kanjeng Pangeran (KP) Dani Nur Adiningrat mengatakan, peringatan 1 Suro akan ada jumenengan hingga kirab. "Jadi malam 1 Suronya jatuh pada hari Senin, ini mengikuti kalender Sultan Agung," tuturnya.

"Kenapa rangkaian acaranya dimulai pada minggu sore, karena menurut penghitungan Jawa maupun Islam bahwa hari itu dimulai dari malam ke siang. Jadi hari Minggu sore sudah ikut Senin," imbuh Dani

Untuk persiapan sendiri, dia mengatakan sudah fix. Baik dari abdi dalem, pusaka, hingga kebo Kyai Slamet atau kebo bule yang akan ikut kirab. Sementara untuk gunungan tidak ada. Rangkaian acara pada hari minggu akan dilakukan wilujengan sebagai upacara doa keselamatan, Haul Paku Buwono X yang meninggal pada 1 Suro, hingga kirab.

"Kemarin kita rapat internal semua sudah selesai baik dari abdi dalam yang bertugas, maupun dari kebo kita siapkan tujuh ekor, dan pusakanya. Tapi nanti berapa kebo dan pusaka yang keluar kita menunggu dawuh dalem," ungkapnya.

Malam 1 Suro sendiri memiliki mendalam bagi orang Jawa. Oleh karenanya, Keraton Kasunanan Surakarta selalu melakukan acara. Dani menjelaskan, pada hakikatnya untuk intropeksi diri pada kesalahan-kesalahan yang diperbuat manusia di masa lalu, dan memperbaikinya.

"Malam satu suro ini pada hakikatnya untuk membersihkan diri dan jiwa kita dari kotoran-kotoran yang mengganggu, dengan melakukan ritual keliling ataupun semedi atau ritual apapun. Karena 1 suro dianggap bulan yang sakral bagi masyarakat Jawa. Jadi yang dibersihkan itu fisik maupun non fisik juga. Untuk menyiapkan diri, hati, dan fisik untuk lebih baik dan berbuat positif 1 tahun kedepan," jelasnya.

Kirab sendiri akan dimulai pukul 00.00, ditandai bunyi lonceng dari Kamandungan. Nantinya abdi dalem yang melakukan cucuk lampah, pusaka, hingga kebo bule akan mulai melakukan kirab.

Rute kirap dari kamandungan menuju alun-alun utara, Benteng Vastenberg, Lodji Wetan, Pasar Kliwon, Baturono, Gemblegan, Nonongan, Gladag, dan kembali ke keraton.

"Rute ini sebenarnya setelah peristiwa Malari. Jadi presiden Soeharto meminta pada Paku Buwono XII untuk rute kirab pusaka keraton diperluas ke luar benteng. Ini agar dampak dan efeknya bisa terasa bagi masyarakat luas. Dan efeknya bukan hanya efek secara spiritual saja, tapi juga efek secara ekonomi dan pariwisata," jelasnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#kirab #malam 1 suro #Pura Mangkunegaran #kasunanan surakarta