RADARSOLO.COM - Kota Solo kembali menjadi tujuan favorit wisatawan selama musim liburan sekolah tahun ini. Sejumlah destinasi wisata ramai dikunjungi pelancong berbagai kota.
Seperti destinasi wisata religi Masjid Syeikh Zayed. Tingkat kunjungan meningkat hingga 15 ribu wisatawan.
"Ada kenaikan pengunjung, sekitar 10-15 persen dibanding hari biasanya. Mencapai 15 ribu orang perharinya," kata Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Munajat kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (8/7).
Selain destinasi religi, wisata edukasi seperti Solo Safari juga mengalami peningkatan signifikan.
General Manager Solo Safari Rio Mahendra mengatakan, tingkat pengunjung melonjak lebih dari 100 persen dari rata-rata pengunjung harian normal.
"Rata-rata hari biasa adalah 1000-an pengunjung, selama libur sekolah ini 2000an keatas," jelas Rio.
Sementara itu, pusat perbelanjaan seperti mal turut ketiban jumlah wisatawan secara signifikan.
Public Relations Solo Grand Mall Irenika Kusumaningrum menyebut, trafik pengunjung tembus 12 ribu saat weekdays. Sedangkan saat weekend mencapai 16 ribu pengunjung.
"Guna menunjang aktivitas libur anak sekolah, kami banyak adakan lomba anak-anak diantaranya mewarnai, fashion show, menyanyi dan beberapa olahraga sport seperti catur, skateboard, Pushbike," jelas Irenika.
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo Gembong Hadiwibowo mengatakan, musim liburan memang banyak digunakan pelancong luar kota berkunjung ke Solo.
Gembong mencatat sampai dengan Mei sebanyak 2.138.904 orang telah berkunjung untuk liburan di Kota Solo. Terdiri dari 2.130.333 wisatawan nusantara (wisnus) dan 8.571 wisatawan asing.
Pada periode libur sekolah ini, pihaknya memprediksi bakal terjadi kenaikan tingkat kunjungan wisata sebesar 15 persen dibanding hari biasanya.
"Kunjungan pada liburan sekolah ini kami masih menunggu laporan dari pihak destinasi wisata dan akomodasi. Tapi, kami memprediksi kenaikan sebesar 15 persen. Itu juga didukung dengan berbagai event yang disiapkan Pemkot," urai Gembong. (ul/bun)
Editor : Kabun Triyatno