Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Modus Janjikan Kuliah sambil Kerja di Jerman Diduga Jerat Puluhan Korban Lulusan SMK di Solo Raya

Antonius Christian • Kamis, 11 Juli 2024 | 01:47 WIB
Ilustrasi pekerjaan konstruksi. (Unsplash)
Ilustrasi pekerjaan konstruksi. (Unsplash)

RADARSOLO.COM – Kasus yang menimpa T, dan teman-temannya lulusan SMK di Kota Solo diduga juga dialami puluhan alumni SMK di Solo Raya.

Diketahui, T dan beberapa temannya telah menghabiskan jutaan rupiah yang disetorkan ke PT MHK agar bisa magang kerja di Jerman.

Namun, sejak 2022 hingga kini, T tak kunjung berangkat ke Jerman. Bahkan untuk mengambil ijazah dan rapor asli yang dibawa PT MHK, T seperti dipingpong.

T dan orang tuanya terpikat tengan janji PT MHK karena telah menjalin MoU dengan pihak sekolah.

Kusuma Retnowati, kuasa hukum T telah mengonfirmasi kerja sama tersebut ke sekolah T dan dibenarkan ada MoU dengan PT MHK.

Sayangnya, pihak sekolah tak menelusuri latar belakang PT MHK.

Pengecekan juga dilakukan ke kantor Disnaker dan Disdik Kota Solo.

Diketahui, PT MHK dan PT PRM tidak terdaftar sebagai penyalur tenaga kerja maupun bergerak di bidang pendidikan.

"Kami ke Kemenakertrans dan BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia). Jawabannya sama,” ujar Kusuma, Rabu (10/7/2024).

“Korbannya sudah banyak. Ada yang sampai NTT. Yang di Solo Raya ada 26 orang. Saya yakin korbanya banyak. Belum berani untuk ngomong," lanjut dia.

Ditambahkan Kusuma, keterangan dari Kemenakertrans RI dan BP2MI, lembaga GK yang digandeng PT PRM untuk menyalurkan para lulusan tak dikenali oleh Pemerintah Jerman.

“Dari BP2MI sudah mengirimkan tim ke Kkota Solo untuk menindaklanjuti laporan kami," ungkap Kusuma.

Baca Juga: Langgar Aturan Parkir Di Sukoharjo, Sanksi Gembok Roda Menanti

Ditambahkannya, kasus ini juga telah dilaporkan ke Polresta Surakarta terkait dugaan penipuan dan penggelapan serta tindak pidana pencucian uang.

"Laporannya sudah sebulan ini. Karena lokus (tempat) penipuannya terjadi di Solo," ucap Kusuma.

Laporan serupa juga ditembuskan ke Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka agar memberikan perhatian khusus.

“Kalau toh jadi berangkat (ke Jerman), kami khawatir malah jadi tindak pidana perdagangan manusia. Karena kasus seperti ini bukan kali ini saja terjadi,” urainya.

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Ismanto Yuwono mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah pihak.

Baik dari sekolah, lulusan, dan lembaga terkait. “Masih dalam proses pengembangan,” katanya. (atn/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#magang kerja #jerman #Lulusan SMK #dugaan penipuan #solo raya #modus #kuliah