Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Seharian Berbaur dengan Masyarakat, Diah Warih Optimitis Merti Desa Bibis Kulon Jadi Event Nasional

Silvester Kurniawan • Jumat, 12 Juli 2024 | 23:18 WIB
Pentas wayang kulit sebagai penutup tradisi Merti Desa Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Kota Solo, Kamis (11/7/2024) malam. Kegiatan ini dihadiri bakal calon walikota Solo Diah Warih.
Pentas wayang kulit sebagai penutup tradisi Merti Desa Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Kota Solo, Kamis (11/7/2024) malam. Kegiatan ini dihadiri bakal calon walikota Solo Diah Warih.

RADARSOLO.COM-Bakal calon walikota Solo Diah Warih Anjari mengikuti puncak kegiatan Merti Desa Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Kota Solo, Kamis (11/7/2024) malam.

Merti Desa Bibis Kulon ditutup dengan pagelaran wayang kulit.

Diah Warih mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir pada tradisi tersebut.

“Karena rasa kebersamaan masyarakat ini, lelah seharian jadi tidak terasa. Kebetulan dari pagi mulai dari bersih desa, kirab budaya, sampai wayangan, saya hadir bersama masyarakat,” ujar Pembina Yayasan Diwa Foundation.

“Kebetulan saya juga berdomisili dan terdaftar jadi warga Kampung Bibis Kulon,” lanjut Diah Warih.

Di mata Diah Warih, Merti Desa Bibis Kulon yang sudah mengakar sejak ratusan tahun lalu bisa menjadi event unggulan.

Layaknya Grebeg Sudiro yang sudah masuk dalam kalender event nasional.

Begitu pula dengan kesenian wayang kulit.

“Ini menjadi PR pemerintah agar Merti Desa Bibis Kulon menjadi lebih besar. Memberi dampak positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Diah Warih mengikuti prosesi Merti Desa Bibis Kulon.
Diah Warih mengikuti prosesi Merti Desa Bibis Kulon.

Merti Desa Bibis Kulon, imbuh Diah Warih, dapat menjadi wadah mendongkrok popularitas wayang kulit.

Menggerakkan perekonomian masyarakat. Mengingat pembuatan hingga pementasan wayang kulit menyerap banyak sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Solo Prof. Dr. Sarwanto menjelaskan, Pemkot Solo sedang berupaya menjadikan Solo Kota Kreatif di bidang wayang kulit dari UNESCO.

Jika tidak ada hambatan, Sarwanto optimistis status tersebut dapat disematkan tahun depan.

Sebab itu, Pepadi mendorong Pemkot Solo menghidupkan industri wayang kulit dengan lebih optimal.

“Selain pagelaran wayang kulit, bisa dibarengi workshop wayang kulit,” terangnya. (ves/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#merti desa bibis kulon #bakal calon walikota solo #Diah Warih #wayang kulit #tradisi