RADARSOLO.COM – Pedagang Pasar Klewer sambat kurang bergairahnya pembeli atau wisatawan mampir ke pasar sandang terbesar di Jateng itu.
Salah satunya mereka mengeluhkan keberadaan calo-calo wisata di depan pintu masuk Pasar Klewer Solo. Selain itu, masih maraknya pedagang bermobil dari luar kota.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Kota Solo Tavip Harjono mengungkapkan, saat ini jual beli di Pasar Klewer sedang lesu. Kondisi ini diperparah dengan adanya persaingan yang kurang sehat antara Pasar Klewer dengan Kampung Batik Kauman. Pedagang berdalih ini akibat ulah calo-calo wisata yang tidak bertanggung jawab.
“Adanya calo-calo yang mengarahkan ke Kampung Batik Kauman. Jadi pengunjung tidak jadi masuk ke dalam pasar. Ini membuat kami resah,” kata Tavip, Minggu (14/7).
Dari pengamatan yang dilakukan pedagang Pasar Klewer dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas calo wisata di depan pintu masuk Pasar Klewer itu memengaruhi pemasukan para pedagang. Sebab, pembeli baru atau wisatawan diarahkan ke tempat lain saat mereka hendak berkunjung ke Pasar Klewer.
“Kami harap ini jadi perhatian pemkot agar Pasar Klewer kembali bergairah,” papar dia.
Persoalan calo wisata yang dianggap merebut atau membatasi pengunjung yang hendak datang ke Pasar Klewer itu jadi keresahan baru. Sebab, selama ini pedagang Pasar Klewer sudah dibuat jengkel dengan keberadaan pedagang bermobil yang juga menganggu proses jual beli di Pasar Klewer.
HPPK berharap pemerintah kota bisa segera ambil tindakan dan melakukan berbagai upaya promosi untuk kembali meramaikan Pasar Klewer.
“Ada persoalan calo, ada pedagang bermobil, harapan kami semoga pemerintah lebih sigap dalam mengambil tindakan. Dan kalau bisa Pasar Klewer ini kembali dipromosikan. Kami butuh solusi baru,” beber Tavip.
Di bagian lain, Kepala Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Joko Sartono mengakui telah mendengar keluhan dari pedagang Pasar Klewer.
Meski demikian, disdag belum bisa melakukan penertiban terhadap keberadaan pihak-pihak yang dianggap sebagai calo dan mengganggu tersebut.
Baca Juga: 43 Anak di Wonogiri Ajukan Dispensasi Kawin, Penyebabnya Bikin Ngenes
“Kami dengar keluhan itu. Ada supir becak yang mengarahkan pembeli dan sebagainya. Soal penertiban bisa saja dilakukan, tapi itu nanti dari satpol PP. Kalau kami hanya sebatas mengimbau saja, termasuk soal keberadaan pedagang bermobil yang juga masih meresahkan pedagang Klewer,” terang Joko.
Kepala Satpol PP Kota Solo Didik Anggono mengatakan, razia terhadap pedagang bermobil di sekitar Pasar Klewer terus dilakukan. Terbaru, ada tiga pedagang bermobil asal Pekalongan telah menjalani sidang tipiring di PN Solo belum lama ini.
“Saat diamankan mereka tengah membuka lapak. Ini mengganggu aktivitas pedagang di Pasar Klewer,” beber Didik. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno