RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka resmi mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Wali Kota Solo ke DPRD Solo, Selasa (16/7) sore.
Ditemui usia menyerahkan berkas alasan dia mundur dari jabatan yang diembannya, ternyata untuk fokus dalam persiapan sebelum dilantik sebagai wapres, 20 Oktober mendatang. Gibran mengakui banyak hal yang harus dipersiapkan dari sekarang.
"Saya mohon doa, semoga semua dilancarkan," ujarnya.
"Saya terima kasih sekali lagi, kepada semua pihak. Termasuk kepada teman-teman media, sudah ikut mengawal program-program pemerintah di tiga tahun terakhir. Terima kasih sudah menjadi teman yang baik untuk saya, dan memberitakan hal-hal positif untuk Kota Solo. Saya mohon izin pamit, mohon maaf apabila selama ini ada salah," katanya.
Setelah penyerahan surat ini, Gibran mengaku akan membersihkan ruang kerjanya, serta rumah dinas Loji Gandrung. Ini dilakukan karena kedepan yang akan menempatinya adalah Teguh Prakosa.
"Surat pengunduran diri sudah saya serahkan dan akan ditindaklanjuti oleh pak ketua DPRD. Kemudian ke provinsi, dan terakhir ke Kemendagri," urainya.
Apakah kemunduran diri ini ada arahan dari presiden terpilih Prabowo Subiyato? Gibran mengatakan, kalau dia telah berpamitan dengan sejumlah pihak. Baik itu PJ Gubernur Jawa Tengah, lalu izin dengan Prabowo, dan sempat menghadap mendagri. Dia mengatakan bahwa telah menjalankan semua prosedur yang ada.
Setelah surat ini diserahkan, Gibran juga secara resmi mencopot jabatannya. Gibran menegaskan bila dia tidak menunggu surat keputusan (SK) dari Kemendagri.
"Intinya ini sudah diproses. Nanti di jeda waktu selagi menunggu SK, saya masih ikut mengawal pekerjaan yang ada di Kota Solo," ujarnya.
"Tapi untuk tandatangan-tandatangan, resmi berakhir siang ini. Sudah tidak ada pekerjaan besar yang saya lakukan. Habis ini langsung kami bersih-bersih. Masih di Solo sampai SK turun," katanya.
Gibran mengatakan beberapa program akan diteruskan oleh Teguh. Ada yang masih berjalan, ada pula yang tinggal peresmian.
"Misalnya Balekambang, jadi setelah ini pak Teguh tinggal segera membuka Balekambang untuk warga," ujarnya.
"Kemudian pemindahan para pedagang Pasar Jongke, ini sudah diatur oleh dinas terkait. Jadi pembangunan yang ada di tahun ini bisa dilanjutkan oleh pak wali kota. Semoga kedepannya bisa berkelanjutan," ujarnya.
Selain mengawal program di Solo, dijeda waktu tiga bulan ini, Gibran berencana belanja masalah, terutama ditempat-tempat yang belum dia kunjungi. Tidak hanya di Jakarta, namun juga luar pulau Jawa. "IKN Prioritas," ucapnya.
Setelah SK turun, Gibran juga akan pindah domisili ke Jakarta, termasuk memboyong keluarga besarnya. Sehingga pada Pilkada mendatang, hak pilih Gibran pindah ke Jakarta.
"Kan KTP-nya sana. Keluarga berangkat besok, anak-anak kan sudah waktunya sekolah juga," ungkapnya.
Pesan untuk Pilkada Solo semoga berjalan dengan lancar, terlebih sudah banyak sosok tokoh yang mendaftar.
"Saya lihat ada perwakilan anak muda, ada perwakilan dari perempuan, pengusaha dan lain-lain. Yang daftar banyak, otomatis pilihannya banyak," pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy