Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

“Gudangnya” Perusahaan Teknologi Ada di Solo, Ratusan GenZ-Milenial Berbondong Datang

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 26 Juli 2024 | 19:31 WIB
Solo Technopark menyediakan beragam fasilitas yang sesuai dengan Gen Z.
Solo Technopark menyediakan beragam fasilitas yang sesuai dengan Gen Z.


RADARSOLO.COM – Investor tak perlu ragu untuk berinvestasi di Kota Solo.

Beragam fasilitas dan infrastruktur sudah sangat memadai bagi perusahaan multinasional maupun perusahaan teknologi beroperasi di Kota Solo.

Salah satunya dengan hadirnya Solo Technopark (STP).

STP merupakan salah satu area yang diperuntukkan bagi perusahaan swasta untuk beroperasi.

Sekaligus inisiasi Pemkot Solo menjadikan area tersebut sebagai pusat inovasi.

Sekaligus inkubasi bisnis yang khusus untuk sektor ekonomi digital.

“Kami berusaha membangun ekosistem-ekosistem digital yang ada di kota Solo. Salah satunya mengajak mitra-mitra kita, seperti Shopee,” ujar Pemimpin BLUD Solo Technopark Yudit Cahyantoro, Kamis (25/7/2024).

“Sebab Shopee merupakan e-commerce yang besar. Jadi sangat mendukung untuk proses transformasi digital. Kemudian mendukung entrepreneurship,” lanjutnya.

Selain Shopee, lanjut Yudit, berbagai perusahaan juga turut meramaikan Solo Technopark.

Diantaranya Bukalapak, Tokopedia, Indosat, Huawei, dan Acer.

Namun Yudit mengatakan, sejak berdirinya Solo Technopark, berbagai aktivitas dan operasional perusahaan makin bergeliat.

Berbagai fasilitas, seperti co-working space, lapangan olahraga hingga lapak UMKM disediakan.

Selain pekerja yang berada di Gedung Sembrani dan Gumarang STP, para mahasiswa, pelajar hingga pekerja lepas atau freelancer menjadikan tempat itu untuk beraktivitas hingga mengerjakan tugas.

Oleh karenanya, area Solo Technopark dengan luas kurang lebih 5 hektare, bisa menampung banyak GenZ-milenial dalam beraktivitas.

Tak heran tiap harinya, pengunjung di STP tiap harinya bisa mencapai 200-300 orang, belum termasuk para pekerja.

“Sebenarnya tidak cuma (peruntukkanya) hanya untuk Gen-Z. Tapi untuk generasi-generasi yang lain,” jelas Yudit.

Lingkungan dan kawasan STP, terang Yudit, dibuat agar Gen-Z nyaman dengan beragam fasilitas.

Seperti fasilitas olahraga, podcast, pengembangan konten creator, dan sebagainya.

“Ini untuk menarik Gen-Z ke STP. Kalau kita lihat saat ini, rata-rata kunjungan STP itu 200-250 orang dari berbagai kalangan murid SMK dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ada juga dari masyarakat umum yang ingin mengamati program-program di Solo Technopark.

“Makanya seperti Shopee itu kita tuntut tiap bulan membuat program pelatihan digital marketing maupun pelatihan membuat konten yang baik. Kalau mengikuti IG STP, ada pelatihan rutin yang dilakukan,” sambung Yudit.

Ditambahkan Yudit, Shopee merupakan salah satu perusahaan yang menjadikan STP untuk menampung para pekerja.

Sekaligus mendirikan area co-working space yang paling banyak didatangi oleh para pengunjung.

Kehadiran Shopee sebagai area perkantoran membuat STP makin ramai dan secara tidak langsung menghidupkan ekonomi kawasan sekitar.

Sekadar informasi, Shopee memiliki 1.300 karyawan yang berkantor di Solo Technopark dengan 3 pembagian waktu (shift) bekerja.

”Penyerapan SDM untuk warga Solo cukup besar. Kebanyakan dari Solo. Rekrutmen ada di sini dan menggandeng beberapa perguruan tinggi di Solo, kita ambil talentanya dari Solo semua,” beber Yudit. (*)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Gen Z #Milenial #solo technopark #teknologi