RADARSOLO.COM — Taman Balekambang Kota Solo belum dibuka full pasca peresmian, Kamis (26/7) lalu. Pada Jumat (26/7) kemarin, taman kota peninggalan Mangkunegoro VII ini baru akan dibuka malam hari mulai pukul 18.00-22.00.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Aryo Widyandoko menjelaskan, pembukaan taman Balekambang sementara diutamakan untuk pelaksanaan event-event dulu.
”Hari ini (kemarin,Red) kita pakai untuk event pisah sambut (pisah sambut wali kota lama dan wali kota yang baru, Red),” terang Aryo.
Untuk selanjutnya, pembuakaan Taman Balekambang akan dilakukan dengan teknis reservasi. Begitu juga dengan pihak-pihak yang ingin menggelar event di Taman Balekambang.
Meski demikian, untuk sementara ini akan dibuka dari pagi hingga siang hari. Pelaksanaan event akan diarahkan pada malah hari dengan harapan lebih mudah dikendalikan.
”Kapasitas maksimal dalam satu waktu itu 5.000 pengunjung. Jadi untuk pengunjung masuk akan dilakukan dengan reservasi itu, tapi sementara ini yang diutamakan untuk penyelenggaraan event dulu. Kapan resminya bisa dibuka untuk umum akan segera kami sampaikan, sementara untuk event dulu,” papar dia.
Di sisi lain, pascaperesmian, tanaman Balaikambang banyak yang rusak terinjak. Merespons hal tersebut, Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa tidak mempermasalahkan.
Teguh menegaskan, kerusakan itu memang risiko Pemerintah Kota Surakarta selaku pengelola. Pihaknya mengaku siap menerima kritikan dari masyarakat, soal kerusakan tanaman hias pasca peresmian itu.
”Halah, ora opo-opo! (tidak apa-apa,Red). Kui sesuk nek dibukak ono sing ngidak yo ora salah (Itu besok kalau dibuka ada yang menginjak ya tidak salah,Red),” tegas dia.
Pihaknya menambahkan, kerusakan karena digunakan lebih baik daripada rusak karena tidak digunakan. Teguh menegaskan kerusakan karena pemakaian itu hal yang lumrah dan tidak perlu dibesarr-besarkan.
Meski demikian dia mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga keindahan Taman Balekambang.
”Itu risiko. Lebih baik rusak dipakai daripada rusak tidak di apa-apakan. Arep dielek-elek opo diapik-apik kita terima semua,” tandasnya. (ves/adi)
Editor : Niko auglandy