RADARSOLO.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kian serius melakukan penyesuaian tarif sewa atau retribusi, terhadap lapangan sepak bola di Kota Bengawan. Tujuannya agar lapangan-lapangan yang sudah diperbaiki saat Piala Dunia U-17 2023 itu, sewanya terjangkau oleh masyarakat. Sehingga fungsi dan manfaatnya bisa dirasakan.
Di Solo, ada sejumlah lapangan yang direvitalisasi untuk pendamping Stadion Manahan sebagai host Piala Dunia U-17. Mulai dari Lapangan Banyuanyar, Sriwaru, Kota Barat, hingga Stadion Sriwedari. Terkait penyesuaian harga sewa, juga menyasar Stadion Manahan.
“Rencananya akan dilakukan penyesuaian harga lagi. Jika untuk kegiatan masyarakat atau pembinaan anak, SSB, dan pelajar, bisa lebih murah. Tapi nanti ada juga yang dinaikkan sewanya. Khususnya untuk pertandingan resmi atau event besar,” kata Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Senin (5/8).
Penyesuaian tarif sengaja dilakukan, agar fasilitas olahraga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau untuk masyarakat tidak harus bathi (untung). Tapi kalau profesional, ya harus bayar. Harapannya, ke depan makin banyak event untuk pembinaan anak-anak muda di Solo,” imbuh Teguh.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo Rini Kusumandari membenarkan rencana tersebut. Dia mengaku tarif sewa lapangan sepak bola sudah mengalami sejumlah penyesuaian. Sewanya Rp 3,1 juta untuk profesional dan Rp 1 jutaan untuk non-profesional.
“Kami ajukan review dulu dan undang stakeholder olahraga. Khususnya lapangan yang sudah taraf internasional itu. Tapi itu kan masih terlalu mahal kalau untuk masyarakat atau SSB. Maka pak wali minta ini ada penyesuaian lagi. Kemudian Stadion Manahan juga ada rencana kami naikkan sewanya. Nanti dikaji dulu,” papar Rini. (ves/fer)
Editor : Niko auglandy