RADARSOLO.COM - Dana operasional RT/RW di Kota Solo yang ditunggu-tunggu hampir 8 delapan bulan akhirnya cair.
Wali Kota Solo Teguh Prakosa memastikan pencairan dana sebesar Rp 2 juta untuk setiap RT dan Rp 1,5 juta untuk RW secara serentak setelah menyerahkan secara simbolis di kegiatan Sambang Warga di Pendapa Kelurahan Serengan, Jumat (9/8/2024).
"Ini sudah bulan Agutus, biasanya di RT kegiatan banyak," ujar Teguh.
Sambang Warga dimulai pukul 19.30-21.00 dibuka dengan sesi pertanyaan dari masyarakat.
Sejumlah perwakilan warga dari Kelurahan Serengan, Danukusuman, dan Joyontakan mengusulkan sejumlah perbaikan infrastruktur. Mulai dari jalan lingkungan, drainase, dan sejenisnya.
Adapula usulan dari pengurus RT-RW tentang kenaikan dana operasinal. Mengingat berbagai kebutuhan saat ini sudah jauh lebih mahal dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Ya kalau bisa ada kenaikan biaya operasional untuk RT-RW dan lainnya Pak Wali,” ucap salah seorang pengurus RT-RW Kelurahan Danukusuman.
Usulan yang menambah semangat pengurus RT-RW itu langsung dijawab Wali Kota Solo Teguh Prakosa.
Wali Kota menerima usulan itu dan akan berupaya mengkaji besaran operasional yang ada saat ini agar bisa meningkat pada 2025.
“RT itu kan sekitar Rp 2 juta, RW sekitar Rp 1,5 juta, Posyandu Rp 4 juta, belum lagi Posyandu lansia dan PKK-nya," terang Teguh.
"Nanti kami usulkan ke badan anggaran DPRD agar ada kenaikan biaya operasional Posyandu-PKK dan intensif RT-RW. Harapannya ke depan semua bisa lebih sejahtera dengan biaya operasional yang sesuai dengan kondisi terkini,” lanjutnya.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, dalam Sambang Warga, Pemkot Solo juga menyerahkan biaya operasional untuk kegiatan Posyandu dan PKK.
Serta insentif untuk pengurus RT-RW dari tiga kelurahan yang datang di acara Sambang Warga.
Rinciannya, Kelurahan Serengan menerima Rp 268 juta, Kelurahan Danukusuman Rp 291 juta, dan Kelurahan Joyotakan Rp 179,7 juta.
Penyerahan biaya operasional untuk Posyandu dan PKK, serta biaya intensif RT-RW akan terus dilakukan selama Sambang Warga sepanjang Agustus 2024.
“Biaya operasional Posyandu-PKK kelurahan dan intensif RT-RW ini harus bisa dicairkan Agustus ini. Penyaluran ini sedikit terlambat karena belum turunnya SK Walikota terkait ini. Harapannya, setelah kami serahkan simbolis ini, bisa segera dicairkan,” beber Teguh. (ves/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono