Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Walikota Teguh: Tahun Depan Anggaran Stunting Naik

Antonius Christian • Minggu, 11 Agustus 2024 | 18:44 WIB
Walikota Solo Teguh Prakosa berinteraksi dengan balita di agenda jalan sehat yang digelar warga RW 08, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres Minggu (11/8/2024).
Walikota Solo Teguh Prakosa berinteraksi dengan balita di agenda jalan sehat yang digelar warga RW 08, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres Minggu (11/8/2024).

RADARSOLO.COM - Balita yang menderita stunting menjadi masalah tersendiri di masyarakat.

Untuk itu, Pemkot Solo berencana menaikan anggaran guna mencegah serta menanggulangi stunting di Kota Solo.

Hal ini diungkapkan Walikota Solo Teguh Prakosa usai menghadiri agenda jalan sehat yang digelar warga RW 08, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres Minggu (11/8/2024).

Dalam kegiatan dalam rangka HUT ke-79 RI itu,Teguh sempat bertemu dengan salah seorang anak yang menderita stunting.

Balita perempuan berusia 5 tahun tersebut, baik tinggi maupun bobotnya jauh di bawah rata-rata anak pada umumnya.

Teguh meminta kedua orang tua balita terus memantau asupan makanan serta gizi untuk buah hatinya.

Ditegaskan Teguh, stunting memang menjadi perhatian, khususnya anak-anak yang sudah terlanjur stunting.

"Kami intervensi. Terutama soal gizi yang hubunganya dengan otak, kecerdasan anak ini. Karena saya yakin, meskipun untuk pertumbuhan fisiknya terbatas, tetapi kecerdasannya bisa dioptimalkan," tuturnya.

"Jadi ini (kecerdasan) lebih penting, daripada fisiknya. Kalau bisa dua-duanya, menjadi hal yang tidak terduga. Kalau anak yang saya temui tadi, cerdas, lincah, dia bisa komunikasi dengan baik. Melihat keceriaanya tadi, kita tidak akan mengira kalau anaknya stunting," lanjut Teguh. 

Disinggung soal penanganan stunting di Kota Solo, Teguh mengatakan, akan mengoptimalkan program Baby Spa.

"Kemarin yang tertangani baru 600-an orang anak, padahal di Solo ini ada sekitar 5000-an anak (stunting)," katanya.

Untuk itu, pada pembahasan RAPBD 2025, Teguh akan menambah porsi anggaran penanganan stunting yakni sebesar Rp 15 miliar.

Baca Juga: Dana Operasional RT-RW Akhirnya Bisa Cair

"Ini komitmen kita. Srius menangani itu,karena mereka adalah masa depan kita. Masuk prioritas kita," tegas Teguh.

Agus Sunarto, ketua RW setempat mengatakan, di wilayahnya ada 2 anak yang menderita stunting.

"Pengurus PKK maupun Posyandu di RW terus memonitor perkembangan dua anak ini sebulan sekali," tutur Agus.

Selain itu, perbaikan gizi berupa tambahan asupan makanan juga diberikan kepada dua anak ini.

"Misal balita lain di setiap Posyandu mendapat bubur kacang ijo, maka untuk dua anak kita ini mendapat tambahan beras, telur, susu. Untuk perbaikan gizi, baik anak maupun keluarganya," ujarnya.

Dari hasil pengamatan Agus, anak menjadi stunting karena orang tuanya kurang menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sebelum meninggalkan lokasi acara, Teguh sempat membagikan sejumlah buku serta tas kepada para anak-anak yang mengikuti acara jalan sehat tersebut.

Harapannya peralatan sekolah ini bisa menjadi penyemanagat kepada anak untuk rajin menempuh pendidikan.

Sementara itu, masih di RW yang sama, Walikota Solo Teguh Prakosa mendatangi rumah Suprapto, 73, yang menderita stroke sejak beberapa bulan terakhir.

Teguh terlihat memijat kaki warganya tersebut yang hanya bisa tiduran dikamarnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Teguh juga memberikan kursi roda kepada Suprapto untuk memudahkan aktivitasnya.

Walikota Solo Teguh Prakosa beri bantuan kursi roda kepada Suprapto yang terserang stroke.
Walikota Solo Teguh Prakosa beri bantuan kursi roda kepada Suprapto yang terserang stroke.

Perhatian walikota membuat keluarga Suprapto terharu. Terutama Suparmi, 63, sang istri.

Terlihat Suparmi berkali-kali menyalami Teguh dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

"Saya mewakili keluarga besar mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Pak Walikota yang sudah peduli dengan keluarga kami. Kami sekeluarga tidak menyangka Pak Wali sudi rawuh dan memberi hadiah ini. Semoga Pak Wali sehat terus dan semakin amanah dalam menjadi pemimpin," tutur Suparmi.

Walikota Teguh Prakosa saat berinteraksi bersama warga.
Walikota Teguh Prakosa saat berinteraksi bersama warga.

Menurut Suparmi, suaminya mengalami stroke sebelum bulan puasa Ramadhan lalu.

Ketika itu sekitar pukul 02.00, Suprapto terbangun dan hendak menuju kamar mandi.

Baru sampai ruang keluarga, Suprapto tiba-tiba ambruk.

"Anak saya kebetulan masih bangun, terus dibopong ke kamar. Dibawa kerumah sakit ternyata suami saya stroke," pungkasnya. (atn/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#stunting #penanganan #Teguh Prakosa #walikota solo