RADARSOLO.COM – Pemkot Surakarta terus berinovasi dalam rangka digitalisasi berbagai program dan layanannya.
Yang terbaru, Elektronik Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (E-SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) diluncurkan bersamaan dengan event Solo Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (11/8/2024).
Peluncuran layanan dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), mitra bank, hingga stakeholder terkait lainnya.
Acara digelar di Simpang Tiga Jalan Teuku Umar sejak pukul 07.00-09.00.
Pemkot Surakarta menegaskan akan terus berinovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses maupun melakukan pembayaran pajak di wilayah Kota Solo.
“Selama ini layanan pajak daerah sudah bisa diakses melalui elektronik, hanya saja sifatnya opsional,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surakarta Tulus Widajat.
“Kalau sebelumnya yang utama masih dengan cetak SPPT PBB-P2 dan bila berkenan bisa mencetak sendiri melalui E-SPPT. Saat ini dibalik, jadi E-SPPT nya yang utama dan cetak SPPT-nya yang jadi pilihan kedua. Ini salah satu upaya kita untuk mendukung digitalisasi layanan dan transaksi pemerintah daerah,” papar Tulus.
Digitalisasi layanan melalui E-SPPT PBB-P2 diharapkan bisa mengawali perubahan kebiasaan masyarakat dan lebih memanfaatkan layanan digitalisasi.
Dengan demikian Bapenda Kota Surakarta bisa menekan biaya belanja daerah, khususnya dalam cetak SPPT PBB-P2 dengan lebih optimal.
“Dengan E-SPPT ini kita bisa menghemat belanja daerah sekitar Rp 800 juta (biaya cetak, distribusi, perawatan, dan operasional cetak SPPT dalam setahun, Red). Kami harapkan di 2029 nanti semua sudah bisa beralih ke E-SPPT ini, syukur-syukur bisa lebih cepat,” urai Tulus.
Para wajib pajak bisa mengakses layanan E-SPPT PBB-P2 dengan cara mendaftarkan diri pada gerai pelayanan yang ada di setiap pelaksanaan CFD Jalan Slamet Riyadi.
Maupun di kantor-kantor pelayanan publik di Kota Solo.
Caranya dengan mendaftarkan nomor telepon yang tersambung dengan WhatsApp dan alamat email dari para wajib pajak.
“1.000 pendaftar pertama yang mendaftarkan E-SPPT akan dapat suvenir menarik dan bisa ikut undian berhadian PBB-P2 yang digelar Pemkot Surakarta,” kata Tulus.
“Kemudian pendaftar juga akan mendapatkan potongan PBB-P2 juga akan mendapatkan potongan mulai dari 0,5-1 persen dari tagihan PBB-P2 masing-masing saat pertama melakukan pendaftaran E-SPPT itu,” imbuh dia.
Peluncuran E-SPPT itu mendapatkan dukungan dari sejumlah stakeholder terkait dan perbankan yang menjadi mitra Pemkot Surakarta.
Salah satunya datang dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Aries Purnomohadi.
Menurut Aries, terobosan tersebut bisa memaksimalkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Solo, karena terhubung langsung dengan QRIS untuk memudahkan pembayaran secara digital.
“Ayo, jangan ragu, kita manfaatkan dan optimalkan kontribusi pembayaran pajak di Pemkot Surakarta karena pembayaran pajak itu akan mendukung pembangunan di Kota Solo,” tuturnya.
Pimpinan Bidang Pemasaran Bank Jateng Kota Surakarta Imanudin Firmansyah berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut dengan maksimal.
Pihaknya akan membantu agar masyarakat mendapatkan berbagai kemudahan dalam layanan dan pembayaran PBB-P2 di Kota Solo.
“Silakan masyarakat Kota Solo bisa memanfaatkan layanan E-SPPT ini karena pembayaran pajak sudah bisa dilakukan dengan mudah,” ucapnya.
“Cukup dari rumah lewat smartphone atau gadget lainnya langsung bisa diakses dan bertransaksi. Ayo membayar pajak demi kemajuan Kota Solo,” lanjut Imanudin.
Pantauan radarsolo.com, layanan pendaftaran E-SPPT langsung diserbu masyarakat yang hadir di CFD.
Salah seorang pendaftar pertama adaah Ketua Komisi II DPRD Surakarta Honda Hendarto.
Baca Juga: Bapenda Terapkan Program Hapus Denda PBB-P2 hingga 17 Maret 2024
Honda mengajak masyarakat segera memanfaatkan layanan yang dihadirkan Pemkot Surakarta agar lebih mudah dalam mengakses, maupun melakukan pembayaran PBB-P2 di Kota Solo.
“Saya kira dengan adanya kemajuan teknologi harusnya pemerintah kota memang bisa mengikuti,” jelasnya.
“Kami apresiasi layanan yang diberikan pemkot melalui OPD-nya masing-masing. Jadi masyarakat bisa mengakses dan melakukan pembayaran dari mana saja dengan smartphone-nya masing-masing,” lanjut Honda.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Budi Murtono mewakili Walikota Surakarta Teguh Prakosa yang berhalangan hadir menegaskan, layanan tersebut diluncurkan dalam rangka mendekatkan pelayanan pada masyarakat.
Sebab itu, besar harapan agar inovasi yang telah dihadirkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Hari ini kami launching Elektronik SPPT PBB-P2, ini sebuah layanan tambahan dan bentuk dari pemanfaatan teknologi dalam rangka pelayanan masyarakat,” ujar Budi.
“Kami berharap inovasi yang dilakukan oleh Bapenda semakin meningkat sehingga mempermudah para wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dijelaskan perolehan pembayaran PBB selama kurun waktu 1 tahun dalam memberikan pelayanan pajak daerah di CFD.
Ada beberapa pelayanan di CFD yang dilayani. Mulai dari perubahan dana terutama PBB, konsultasi, hingga pembayaran PBB.
Selama Juli 2023-Desember 2023 terdapat 380 pengunjung yang telah mengunjungi stand di CFD.
Pembayaran pajak yang dihasilkan mencapai Rp 107.052.750.
Sementara dari data Januari 2024-Juli 2024 ada 285 pengunjung. Pembayaran pajak mencapai Rp 84.079.670.
Jadi total selama Juli 2023-Juli 2024, Bapenda Surakarta mendapatkan dana Rp 191.132.420 dari wajib pajak dalam pembayaran PBB di CFD. (ves/nik)
Editor : Tri Wahyu Cahyono