Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Seniman Ketoprak Ungkap Kesulitan di Hadapan Bacawali Solo Diah Warih: Butuh Lokasi Pementasan Tetap

Silvester Kurniawan • Senin, 12 Agustus 2024 | 17:12 WIB
Seniman kethoprak di Kota Solo menyampaikan unek-uneknya kepada bacawali Diah Warih Anjari (kaos biru).
Seniman kethoprak di Kota Solo menyampaikan unek-uneknya kepada bacawali Diah Warih Anjari (kaos biru).

RADARSOLO.COM-Bakal calon Walikota (bacawali) Solo Diah Warih Anjari mendengarkan langsung keluh kesah seorang seniman ketoprak dari Lemah Abang, Kadipiro, Banjarsari, saat melakukan blusukan, Minggu (11/8/2024).

Dalam pertemuan tak terduga tersebut, sang seniman mengeluhkan kondisi penghasilan seniman tradisional yang semakin tidak menentu.

Niken, seniman ketoprak Balekambang yang juga warga RT 02 RW 19 Kadipiro, menyampaikan keluhannya kepada Diah Warih.

Dia menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, para seniman tradisional seperti dirinya sering kali luput dari perhatian pemerintah.

Terutama karena sebagian besar penghasilan mereka hanya bergantung pada bayaran saat pentas.

“Bayaran pemain ketoprak hanya Rp 90 ribu, itu untuk bertahan hidup selama satu minggu,” keluh Niken, yang mengaku semakin jarang tampil dalam beberapa bulan terakhir.

Niken juga menyoroti bahwa selama era kepemimpinan Walikota Gibran Rakabuming Raka. Taman Balekambang yang menjadi tempat utama pementasan ketoprak mengalami renovasi besar-besaran.

Akibatnya, pementasan ketoprak dipindahkan sementara ke Taman Sriwedari, tepatnya di dekat Gedung Wayang Orang Sriwedari.

Namun, ketika area tersebut digunakan untuk acara lain, pentas ketoprak terpaksa harus ditunda.

“Taman Balekambang dulu memang tempat pementasan ketoprak. Waktu itu, saat Pak Jokowi jadi walikota, taman ini sempat direhab dan kami dipindahkan ke Ngipang," terang Niken.

"Saat Mas Gibran menjabat, taman itu kembali direhab, dan hingga saat ini, kami belum bisa pentas lagi. Pimpinan kami sudah menyampaikan ke Pemkot, setidaknya kami bisa kembali pentas di Taman Balekambang,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Niken menitipkan harapan kepada walikota Solo mendatang agar dapat menyediakan lokasi tetap untuk pementasan ketoprak secara rutin.

Baca Juga: Dianggap sebagai Perwakilan Perempuan, PMS Ngaku Cocok dengan Ide-ide Bacawali Diah Warih Anjari

Seperti halnya Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari yang jadwal pementasannya teratur.

“Sebetulnya, penonton ketoprak masih banyak. Hanya saja, lokasinya belum ada. Kalau bisa, kami berharap ada tempat kecil yang bisa digunakan untuk pentas rutin,” harap Niken.

Mendengar curahan hati tersebut, bacawali Solo Diah Warih Anjari berjanji tidak tinggal diam atas masalah yang dihadapi para seniman ketoprak.

Pendiri Ormas G-Nesia, yang juga pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, ini menegaskan, jika terpilih, dirinya akan menjadikan kesejahteraan para seniman sebagai salah satu prioritas.

“Ini akan menjadi prioritas saya. Mereka bukan sekadar menghibur, tetapi juga melestarikan budaya kita. Ke depan, kita bisa siapkan sebuah tempat untuk mereka,” tegas Diah Warih yang juga dikenal dengan julukan "Mbake Solo". (ves/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bakal calon walikota #seniman kethoprak #Diah Warih Anjari #taman balekambang #lokasi pementasan #bacawali