RADARSOLO – Setelah sempat molor, Keraton Kasunanan Solo akhirnya memberikan restu kepada pemkot untuk rehabilitasi bangunan dan lingkungan Masjid Agung Solo dan Siti Inggil Kidul. Komitmen ini dilakukan melalui memorandum of understanding (MoU) antara kedua pihak. Semula pekerjaan ini dimulai akhir Juli.
Penandatangaan MoU antara Keraton Kasunanan Solo dan pemkot itu diwakili oleh dua pihak. Dari keraton diwakili oleh lembaga dewan adat (LDA), sementara dari pemkot dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo.
“Baru saja panjenengan semua menyaksikan penandatanganan kesepakatan dari keraton yang dilakukan oleh LDA terkait revitalisasi di lingkungan Masjid Gede (Masjid Agung, Red) dan Sitinggil Kidul,” kata Ketua LDA Keraton Kasunanan Solo LDA GKR Wandansari usai penandatanganan MoU di keraton, kemarin (12/8)
Adik PB XIII yang akrab disapa Gusti Moeng ini berharap perbaikan bangunan dan kawasan Masjid Agung Solo dan Siti Inggil Kidul itu bisa dilakukan tepat waktu sehingga perbaikan bisa maksimal.
Hal ini penting dilakukan menimbang adanya beberapa kerusakan struktur di tiang-tiang utama peyangga yang rusak karena dimakan rayap.
Sementara rehab Siti Inggil Kidul yang selama ini dijadikan kandang Kebo Bule keturunan Kyai Slamet itu bisa kembali ke fungsi aslinya.
“Ada beberapa tiang yang berlubang dimakan rayap. Saya sempat lihat penanagan sementara hanya ditambal dengan semen. Ini akan memberikan dampak buruk untuk jangka panjang, makanya perbaikan ini penting,” ujar Gusti Moeng.
Gusti Moeng menambahkan, Siti Inggil Selatan akan dikembalikan ke fungsi aslinya. Kerbau keturunan Kyai Slamet akan masuk ke kandang yang sedang direvitalisasi di alun-alun selatan itu.
Alokasi anggaran proyek ini dipatok Rp 14 miliar. Berdasarkan dokumen ruang lingkup penataan Masjid Agung Solo akan menyasar sejumlah area seperti pekerjaan arsitektur dan pendukung. Mulai dari bangunan utama dan kawasan maskid.
Di antaranya konstruksi, struktur utama masjid, menara, kuncup, gapura, penataan bekas kios, landskap, dan lain sebagainya.
Sementara penataani Alun-Alun Selatan Keraton Kasusnan Solo, khususnya pada area Siti Inggil Kidul difokuskan pada penataan kawasan atau lanskap area tersebut.
“Penanganan struktur karena faktor usia. Ada kerusakan di soko guru dan struktur yang dimakan rayap. Itu yang akan jadi fokus utama. Kalau yang Siti Inggil hanya penataan landskap. Totalnya Rp 14 miliar dari dana hibah Uni Emirat Arab (UEA),” kata Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Solo Agus Haryadi. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno