Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Penonton Wayang Orang Sriwedari di Kota Solo Didominasi Anak Muda

Maulida Afifa Tri Fahyani • Rabu, 14 Agustus 2024 | 17:31 WIB
Salah satu aktor wayang orang Sriwedari sebelum fotoseason perayaan HUT Wayang Orang Sriwedari, belum lama ini.
Salah satu aktor wayang orang Sriwedari sebelum fotoseason perayaan HUT Wayang Orang Sriwedari, belum lama ini.

RADARSOLO.COM — Wayang Orang Sriwedari berhasil bertahan dengan meregenerasi sejumlah aspek pertunjukannya. Memasuki usia ke-114 tahun pada Juli lalu, kursi penonton Wayang Orang Sriwedari kini didominasi oleh kawula muda.

Hal itu membuat eksistensi Wayang Orang Sriwedari semakin bertahan, sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Bengawan.

"Penonton generasi muda saat ini sangat banyak, karena wayang orang Sriwedari ini juga cukup viral. Banyak yang menganggap kalau belum nonton Wayang orang itu belum ke Solo," terang Ketua HUT ke-114 sekaligus pegiat Wayang Orang Sriwedari Irizal Suryanyo, Selasa (13/8).

Irizal mengatakan, popularitas wayang orang Sriwedari kini juga tak lepas dari peran media sosial. Menurutnya, banyak orang yang menjadikan wayang orang Sriwedari sebagai konten medsos anak muda, sehingga ikut dikenal masyarakat luas.

Tak ingin melewatkan kesempatan, pelaku seni Wayang Orang Sriwedari pun turut berinovasi dengan mengemas pertunjukan agar mudah dipahami oleh kawula muda.

"Beberapa packaging di pementasan itu selalu kami berikan sentuhan-sentuhan bahasa yang mampu diterima oleh mereka penonton khususnya para anak muda, supaya mereka juga ikut merasakan bagaimana suasana pertunjukan itu berjalan," terangnya.

Lebih lanjut, Irizal menyebutkan, rata-rata penonton Wayang Orang Sriwedari telah menyentuh 300-400 orang tiap pementasan. Di mana sekitar 80 persen dari penonton merupakan generasi muda.

"Bahkan, tak sedikit juga yang masih sekolah SD SMP ikut nonton tiap akhir pekan," ujarnya.

Menurut Irizal, upaya regenerasi penonton itu bermula sejak 2011 silam. Dimana terdapat inovasi pertunjukan wayang bocah sebagai strategi Pemkot Solo untuk menggaet pemuda menjadi bibit unggul pemain wayang orang.

Tercatat, saat ini pelaku seni sekaligus karyawan di Wayang Orang Sriwedari mencapai 71 orang. Irizal mengatakan, regenerasi pemain juga terus berjalan. Salah satunya melalui seleksi dari pemerintah setempat, yang mencari bibit potensial pelaku seni berikutnya.

"Perekrutan dari disbudpar, di mana ada persyaratan pemain wayang orang sekarang harus bisa make up dan mengenakan kostum sendiri. Selain itu, secara persiapan wayang orang kami hampir tidak pernah latihan dulu untuk pentas reguler, tetapi ketika pentas di luar reguler baru kami latihan," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solo, Gembong Hadiwibowo mengatakan, Wayang Orang Sriwedari menjadi salah satu wisata malam yang cukup favorit di Solo.

Tercatat, jumlah kunjungan di Wayang Orang Sriwedari mencapai 40.122 orang hingga Juni. Dengan rincian, 419 orang merupakan turis asing dan 39.703 adalah turis domestik.

"Salah satu potensi wisata yang favorit ada Wayang Orang Sriwedari, yang memang saat ini penontonnya mulai diminati oleh anak-anak muda," beber Gembong. (ul/nik)

Editor : Niko auglandy
#penonton #kawula muda #wayang orang sriwedari