RADARSOLO.COM — Revitalisasi Pasar Tunggulsari di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon dimulai sejak 9 Agustus 2024. Proyek ini ditargekan rampung akhir tahun.
Dimulainya revitalisasi ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Solo Teguh Prakosa bersama jajaran pemerintah kota. Teguh mengungkapkan, revitalisasi pasar tradisional tersebut didanai dari dana hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) senilai Rp 16,6 miliar.
”Pengerjaannya 150 hari kalender, kemudian dilanjutkan pemeliharaan 180 hari kalender,” kata Teguh.
Pembangunan Pasar Tunggulsari, lanjutnya, sejatinya telah direncanakan sejak 2015 silam. Namun tertunda karena beberapa alasan. Salah satunya pembangunan Pasar Klewer yang terbakar pada 2014 lalu.
Revitalisasi Pasar Tunggulsari akhirnya mulai disiapkan sejak 2022 silam dan dimatangkan dengan pembuatan detail engineering design (DED) di akhir 2023. Pihaknya berharap pembangunan ulang Pasar Tunggulsari bisa rampung tepat waktu dan selesai di akhir tahun ini.
”Pembungan pasar tradisional menjadi lebih modern ini bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat. Harapannya pedagang maupun pembeli merasa lebih aman dan nyaman sehingga perputaran uang semakin maksimal,” harap wali kota.
Sekadar informasi, Pasar Tunggulsari yang sedang dalam tahap pembangunan itu nantinya terdiri dari tiga lantai dengan daya tampung sekitar 19 kios, 144 los, dan 81 titik lapak (pedagang oprokan). Sementara pasar dibangun, ratusan pedagang setempat dipindahkan ke pasar darurat Lapangan Losari, Semanggi untuk sementara waktu.
”Pedagang eksisting sudah menempati pasar darurat di Lapangan Losari sejak awal Juli kemarin. Nanti baru pindah ke pasar baru kalau pembangunannya sudah selesai. Target penyelesaikannya berakhir di 25 Desember 2025, perkiraannya akhir tahun atau awal tahun pedagang bisa menempati bangunan pasar yang baru,” terang Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Agus Santoso. (ves/adi)
Editor : Niko auglandy