RADARSOLO.COM – Kondisi rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi di Kampung Jogosuran, RT 01 RW 05, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo mendapat perhatian bakal calon Walikota Solo Diah Warih Anjari.
Diah Warih berkunjung ke bangunan bersejarah itu, Sabtu (17/8/2024).
Dalam kegiatan tersebut, Diah Warih siap membantu keluarga Brigjen Slamet Riyadi mengelola rumah tersebut.
Perepuan yang akrab disapa Mbak e Solo menilai rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi layak menjadi galeri sejarah jika digarap dengan serius.
“Hari ini saya melakukan kunjungan ke salah satu tempat bersejarah di Kota Solo yang tidak banyak diketahui orang,” ujar Diah Warih.
“Saya merasa sangat prihatin dengan kondisi bangunan seperti ini,” lanjut dia.
Bila dikelola dengan serius, lanjut pendiri Diwa Foundation itu, rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
Salah satunya dengan dikonsep sebagai galeri sejarah, sehingga masyarakat mendapat tambahan wawasan tentang sejarah.
Sekaligus menjadi destinasi wisata baru di Kota Solo.
“Informasi yang saya terima, yang rutin membantu keluarga untuk merawat rumah ini hanya dari TNI dan universitas yang memakai nama Jenderal Slamet Riyadi,” jelas Diah Warih.
“Juga disampaikan ada kunjungan dari Belanda belum lama ini untuk membantu sedikit perawatan. Sayangnya yang lain belum. Harusnya tempat ini jadi prioritas karena nilai sejarah dan statusnya sebagai Pahlawan Nasional,” beber dia.
Dengan konsep galeri, Diah Warih apreasiasi kepada sang pahlawan nasional dan perhatian pada keluarga jauh lebih baik.
Baca Juga: Seniman Ketoprak Ungkap Kesulitan di Hadapan Bacawali Solo Diah Warih: Butuh Lokasi Pementasan Tetap
Meski demikian, Diah Warih tidak terburu-buru dalam membantu pengelolaan rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi.
Mengingat status tanahnya merupakan tanah pribadi milik keluarga.
Sementara ini, Diah Warih siap memberikan pendampingan untuk pembuatan yayasan hingga mencarikan koneksi dengan berbagai pihak agar pendanaan bisa masuk.
“Pesan saya, jangan sampai dijual terpisah-terpisah, karena hak tanahnya sudah dipegang beberapa keluarga. Kalau bisa dijual saja ke pemerintah entah itu TNI atau yang lain agar bisa lebih terpelihara,” ucap Diah Warih.
“Nanti Diwa Foundation siap mendampingi pembuatan Yayasan Slamet Riyadi-nya dan bangunannya,” kata dia.
Pantauan radarsolo.com, kondisi rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi jauh lebih baik dibandingkan 2 tahun lalu.
Perawatan yang dilakukan unsur TNI membuat rumah itu jauh lebih terawatt.
Namun, perawatan yang dilakukan masih terbatas pada bagian luar. Seperti pengecatan ulang dan sejenisnya.
Sementara struktur utama bangunan, belum tersentuh perawatan karena statusnya juga belum dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah.
“Waktu ibu saya (Siti Sumarti/ponakan Slamet Riyadi) masih sugeng (masih hidu, Red) pernah berembuk dengan om saya, rencananya mau dijual,” jelas Sarjono Catur, kerabat Brigjen Slamet Riyadi .
“Waktu itu keluarga mencoba menghubungi unsur TNI. Harapannya biar rumah ini tetap dirawat karena keluarga kurang mampu,” imbuh dia. (ves/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono