Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Museum Keris Nusantara Solo Punya Koleksi Tertua dari Abad Ke-19: Ditemukan di Candi Borobudur, Ini Keistimewaanya

Antonius Christian • Senin, 19 Agustus 2024 | 04:56 WIB
Pengelola Museum Keris Nasional menunjukkan keris jenis Phutut yang diyakini berasal dari abad ke-19. (Antonius Christian/Radar Solo)
Pengelola Museum Keris Nasional menunjukkan keris jenis Phutut yang diyakini berasal dari abad ke-19. (Antonius Christian/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Siapa yang tidak kenal dengan benda pusaka keris. Di Kota Solo, beragam jenis keris bersejarah bisa dilihat di Museum Keris Nusantara. Baru-baru ini, museum teresbut mendapat koleksi yang terbilang langka yang diklaim berasal dari abad ke-9.

Saking tuanya, keris ini mendapat perlakuan khusus dari pihak museum. Mereka tak ingin koleksi yang sudah berusia lebih dari 1.000 tahun ini rusak. Edukator Museum Keris Nusantara Solo Anjang Pratama menuturkan, keris yang diklaim berasal dari abad ke-9 ini merupakan keris jenis Phutut.

”Untuk dunia per kerisan, keris ini disebut sebagai keris sajen,” ujarnya, Minggu (18/8/2024).

Anjang sendiri mengeluarkan keris ini dari ruangan penyimpanan khusus. Dimana dari segi bentuk, memiliki panjang sekitar 15 sentimeter.

Kemudian berbentuk pipih mulai dari pangkal hingga ujung keris, serta tidak memiliki luk. Sayangnya, gagan keris ini sudah hilang saat diserahkan. Kondisnya pun sudah rusak karena termakan usia.

Dia menyebut keris ini ditemukan saat pemugaran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang yang dilakukan pemerintahan hindia Belanda pada awal 1900-an.

”Kalau dari catatan, keris ini pertama kali ditemukan Belanda berada di dalam stupa utama candi,” tutur dia.

Ditambahkan Anjang, pusaka karya leluhur ini merupakan simbol spiritual bangunan tertentu. Dimana keris ini sebagai penanda bahwa bangunan ini dimiliki oleh seorang penguasa atau raja tertentu.

”Jadi tidak bisa dikalim oleh orang lain. Jadi misal raja mau buat bangunan, atau istana, pasti dibangunannya diletakkan keris ini. Karena ini ditemukan di Borobudur, dalam hal ini tempat ibadah. Keris ini juga sebagai pendukung dalam ritual keagamaan. Jadi untuk keris ini merupakan keris tertua yang menjadi koleksi kita sejauh ini,” ungkapnya.

Setelah ditemukan Belanda, Anjang menduga keris ini kemungkinan sempat berpindah-pindah tangan. Hingga akhirnya berada di salah satu kolektor keris asal Indonesia bernama Miyanti Oemar Koesnen.

”Baru kemudian akhir 2023 lalu, dihibahkan ke kami,” tutur dia.

Anjang mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memiliki ratusan koleksi keris. Tercatat sudah mengoleksi sekitar 840 pusaka yang telah teregistrasi.

soBaca Juga: Kunjungi Rumah Masa Kecil Brigjen Slamet Riyadi, Begini Saran Bacawali Solo Diah Warih Anjari

”Untuk hibah baru ada sekitar 66 pusaka. Namun saat ini masih dalam proses kajian secara kuratorial. Ini untuk mengetahui asal mula keris, terutama sejarahnya,” tutur dia.

Hibah ini didapatkan dari berbagai kalangan. Mulai masyarakat umum, kolektor pusaka, peneliti, tokoh politik, dan sebagainya yang tersebar dari berbagai daerah se-Indonesia.

”Dengan adanya itu, saya berharap masyarakat, pelajar, peneliti mau menjadikan Museum Keris Nusantara sebagai rujukan untuk wisata, belajar, atau pun meneliti terkait sejarah Indonesia,” tandasnya. (atn/adi)

Editor : Adi Pras
#sajen #hindia belanda #langka #belanda #koleksi #keris #solo #museum keris nusantara #candi borobudur #leluhur #magelang