RADARSOLO.COM - Dua pertandingan Liga 1 musim 2024/2025 yang terselenggara di Stadion Manahan menjadi evaluasi aparat kepolisian. Pasalnya baik pertandingan Persis Solo melawan PSIS Semarang (17/8) maupun PSS Sleman kontra Persik Kediri (19/8), masih ada tim tamu yang nekat datang ke stadion.
Seperti diketahui, persis dan PSS jadi tuan rumah di dua laga tersebut, namun suporter PSIS dan Persik Kediri masih ada yang tengah hadir ke Kota Solo.
Padahal sesuai regulasi PT LIB selaku operator Liga 1, suporter tamu dilarang hadir langsung ke stadion mendukung klub kebanggaannya.
"Namun kenyataan di lapangan, masih ada unsur suporter yang nekat datang ke stadion," ujar Wakapolresta Solo AKBP Catur Wahyono Wibowo.
Jumlahnya pun, lanjut Catur, tergolong fantastis. Dia menuturkan pada laga Sabtu polresta memulangkan sebanyak 500 an suporter PSIS Semarang. Dua hari kemudian juga ada suporter Persik yang nekat datang dan akhirnya dipulangkan.
"Bahkan untuk Persik kemarin ada yang sampai bisa masuk ke dalam stadion. Berhasil diketahui saat kesebelasan Persik membuat gol, mereka tanpa sadar berteriak kegirangan. Ternyata hal ini diketahui suporter PSS, hingga akhirnya mereka hampir dikeroyok. Untungnya bisa ketahuan steward yang ada di dalam stadion, hingga mereka akhirnya dievakuasi untuk selanjutnya kami pulangkan," urai Catur.
Catur menuturkan adanya hal tersebut, dia akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Baik itu dari panpel, manajemen, hingga unsur suporter. Hal ini untuk memastikan kedepan tidak ada lagi suporter tamu yang datang.
"Sebenarnya semua sudah punya komitmen. Ketika jadi tamu, tidak akan datang. Hanya saja masih ada oknum yang nekat. Sehingga kami benar-benar berharap kedewasaan semua suporter. Karena percuma saja, sudah jauh-jauh datang dan membeli tiket, ujung-ujungnya tidak akan bisa masuk ke stadion," tutur Catur.
Di lain sisi, ironisnya ada suporter tamu yang nekat datang dan akhirnya kini harus berurusan dengan hukum.
Saat laga Persis melawan PSIS dilakukan sweeping di sekitar kawasan Manahan. Banyak suporter yang kedapatan membawa miras.
Catur mengatakan sedikitnya ada 138 oknum suporter PSIS dan 29 suporter Persis yang kedapatan mengonsumsi maupun membawa miras ke lapangan.
"Kemudian pada saat pertandingan antara PSS dan Persik yang terindikasi mengkonsumsi miras ada sekitar 71 orang. Ini sangat kami sayangkan. Dalam kondisi terpengaruh miras ini mereka (suporter) bisa memicu keributan, baik didalam maupun diluar stadion," tutur Catur.
Ironisnya ada yang diamankan, karena empat orang kedapatan bawa sajam dan pil atau obat keras. Mereka yang dianggap melanggar hukum akhirnya dianggap melakukan pelanggaran pidana.
"Seperti ada yang membawa button stick hingga obat keras. Untuk dua kasus tersebut sudah dilakukan proses sesuai dengan UU yang berlaku," jelas Catur. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy