RADARSOLO.COM - Satu ekor Gajah Betina yang menjadi koleksi Solo Safari dikabarkan mati. Belum Diketahui penyebab kematian salah satu satwa dilindungi ini. Sebab masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboraturium.
Matinya Gajah Sumatra tersebut dibenarkan Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah 1 Jawa Tengah Sudadi. Di mana pihaknya mendapat informasi perihal kabar tersebut pada Selasa (13/8) pekan lalu.
"Cuma sudah dilakukan penanganan sesuai dengan keahlian mereka," ujar Sudadi Rabu (21/8) pagi.
Untuk penyebab kematiannya, Sudadi menjelaskan bahwa masih menunggu uji laboraturium yang dilakukan tim dokter hewan Solo Safari.
"Belum dapat info lebih lanjut, kemarin masih uji lab oleh dokter mereka, jadi tahu persis. Usia (Gajah) juga belum konfirmasi," tuturnya yanh mewakili Kepala BKSDA Jateng Darmanto.
Setelah berubah nama dari TSTJ menjadi Solo Safari, lanjut Sudadi, beberapa waktu lalu sudah ada satwa lainnya juga yang mati.
"Sudah dua kali ini. Yang dulu itu, kalau tidak salah rusa. Cuma penyebabnya kurang tahu, karena sudah ranah dari provinsi," jelasnya.
Apakah ada pengawasan khusus pasca kejadian tersebut, Sudadi menuturkan otomatis ada. Akan dilakukan monitoring dari BKSDA sembari menunggu kajian dan hasil laboraturium keluar.
Hal ini dilakukan untuk mencegah ada kematian susulan pada Satwa yang masih ada.
"Jadi saling memberi masukan dan pembinaan. Supaya kesehatan satwa yang lain. Karena kami juga belum tahu penyebabnya apa. Jadi belum bisa memastikan langkah kedepan. Apakah karena umur atau karena penyakit," paparnya.
Sebelum ada kejadian inipun, Sudadi menjelaskan sudah ada pendampingan secara rutin dari BKSDA. Sebab walapun Solo Safari merukan salah satu destinasi wisata, kawasan tersebut merupakan salah satu konservasi satwa di Jawa Tengah.
"Terus kita monitoring. Ya kita meninggu hasilnya," ujarnya.
"Ya semoga bukan penyakit, jadi tidak jadi masalah. Kalau memang sakit, bukan penyakit yang menular, memang alami," pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy