RADARSOLO.COM – Satu per satu gajah koleksi Solo Safari mati.
Total ada empat ekor gajah yang dipelihara di Solo Safari.
Diketahui, satu ekor gajah betina di Solo Safari mati dan diinformasikan kepada BKSDA Jateng pada Selasa (13/8/2024).
Ternyata, tidak hanya 1 ekor gajah yang mati.
Dalam tempo 2 bulan terakhir, ada 2 ekor gajah koleksi Solo Safari yang mati.
Itu diketahui setelah anggota DPRD Kota Solo mendatangi Solo Safari, Rabu (21/8/2024).
Sidak dipimpin unsur pimpinan sementara DPRD Kota Solo yakni Budi Prasetyo dan Sugeng Riyanto didampingi anggota DPRD dari PDI Perjuangan Y.F Sukasno.
Mereka berkeliling kawasan Solo Safari ditemani unsur manajemen.
"Matinya (gajah di Solo Safari) tidak bersamaan. Pertama sekitar bulan Juli, dan yang kedua baru minggu lalu. Kami baru tahu setelah mendapat informasi dari masyarakat," ungkap Budi.
Terkait penyebab kematian gajah di Solo Safari, Budi menuturkan masih menunggu hasil uji lab.
"Kalau kami lihat, dari manajemen sudah baik. Dalam hal perawatan selalu diawasi. Kematian juga mendadak tadi infonya. Tidak ada sakit sebelumnya," terangnya.
Budi berharap hasil uji lab bisa segera keluar sehingga diketahui penyebab pasti matinya 2 ekor gajah di Solo Safari.
Apalagi kasus tersebut terjadi direntang waktu yang berdekatan.
"Total koleksi di sini (gajah di Solo Safari) ada 4 ekor. Sekarang sisa 2. Kami berharap, dengan sisa 2 ekor ini ada antisipasinya," jelas Budi.
"Apabila memang dari hasil pemeriksaan ada virus dan sebagainya, segera bisa dilakukan langkah antisipasi. Jangan sampai nanti sisa yang masih 2 ekor gajah ini mengalami hal serupa," tegasnya.
Apakah ada kelalaian dalam perawatan satwa di Solo Safari? Budi menjelaskan belum bisa disimpulkan sebelum hasil lab keluar.
"Rekomendasi DPRD, tentu langkah tercepat adalah antisipasi dua (ekor gajah) ini,” jelas Budi. (atn/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono