RADARSOLO.COM – Penyebab kematian 2 ekor gajah koleksi Solo Safari masih menjadi misteri.
Pihak manajemen Solo Safari dan DPRD Kota Solo masih menunggu hasil lab untuk memastikan penyebabnya.
Dirut Taman Satwa Tari Jurug (TSTJ) Achmad Syukuri Priyanto sebagai joint operations Solo Safari menjelaskan, 2 ekor gajah yang mati bernama Inova dan Manohar.
Keduanya sama-sama berjenis kelamin betina dan berusia 15 tahun.
"Tentunya upaya antisipasi sudah kmia lakukan. (2 ekor gajah yang sehat) kami pindahkan ke kandang observasi pasca kejadian minggu lalu,” jelasnya, Rabu (21/8/2024).
“Kemudian dokter hewan kami tambah. Dari 2 orang menjadi 3 orang tiga orang," tutur Achmad.
Terkait kematian gajah pertama, Achmad menduga akibat gangguan organ pencernaan.
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Salah satunya karena pakan atau bawaan dari lahir.
"Untuk (matinya gajah) yang kedua, kami masih menunggu hasil lab. Kemungkinan 1 minggu hasilnya keluar," ujar Achmad.
"Kami berharap bukan penyakit menular, sehingga tidak mengancam satwa lainnya,” imbuh dia.
Ditambahkan Achmad, gajah lainnya dalam kondisi sehat dan masih bisa melakukan atraksi kepada pengunjung. (atn/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono