Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Liku-liku Mapala Specta Indonesian International Expedition UIN Raden Mas Said Solo Kibarkan Merah Putih dan Logo Radar Solo di Gunung Kazbek Georgia

Mannisa Elfira • Jumat, 23 Agustus 2024 | 04:25 WIB
Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso, Mapala Specta Indonesian International Expedition UIN Raden Mas Said Solo bentangkan logo Jawa Pos Radar Solo di Gunung Kazbek, Georgia, Sabtu (17/8/2024).
Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso, Mapala Specta Indonesian International Expedition UIN Raden Mas Said Solo bentangkan logo Jawa Pos Radar Solo di Gunung Kazbek, Georgia, Sabtu (17/8/2024).


RADARSOLO.COM-Merah putih membentang menghiasi puncak Gunung Kazbek, Georgia pada HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2024).

Pengibarnya adalah Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso.

Mereka merupakan mahasiswa pecinta alam (Mapala) Specta Indonesian International Expedition Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo.

Tak hanya bendera Merah Putih, Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso juga membentangkan spandung logo Jawa Pos Radar Solo dan kampusnya.

Perasaan campur aduk dirasakan Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso.

Bangga, senang, haru, melihat Merah Putih berkibar di Gunung Kazbek.

Ini sekaligus membayar perjuangan keduanya yang cukup berat untuk mencapai puncak Gunung Kazbek dengan ketinggian 5.054 meter above sea level (masl) .

"Mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kazbek ini adalah bentuk penghormatan terhadap kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Danang Prakoso, Kamis (22/8/2024).

"Ini adalah pengingat bahwa semangat perjuangan kemerdekaan dan kesuksesan dapat ditempa dan diperlihatkan di mana saja, bahkan di puncak dunia," lanjut dia. 

Ekspedisi kali ini dimulai pada 14 Agustus 2024. Tepat pada pukul 10.00 waktu Georgia.

Keberangkatan dimulai dari Kota Stepanthminda yang merupakan lokasi basecamp dari agency guide keduanya, yaitu Mountain Freaks.

Perjalanan ditempuh menggunakan mobil bersama guide menuju titik start pendakian selama 15 menit dari basecamp menuju titik start

"Gereja Trinity atau di sana disebut The Church of The Holy Trinity di ketinggian 2.170 mdpl menjadi lokasi titik start pendakian kami menuju puncak Kazbek," ujar Danang.

Sekira pukul 10.15, perjuangan Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso dimulai.

Target pendakian selama satu hari tersebut yaitu menuju Sabertse Pass.

Lokasi untuk camp pertama pendakian di ketinggian 3.150 mdpl ditempuh sekira 5 jam perjalanan dari titik start.

"Pukul 15.30 kami sampai di lokasi 360 derajat camp dan mulai mendirikan tenda. Memasak makanan untuk mengisi energi dilanjut dengan tidur," jelas Danang Prakoso.

Esok harinya, Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso bangun dari lelapnya.

Pukul 08.00, keduanya bersiap sarapan lalu packing guna melanjutkan perjalanan.

Bentangkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kazbek.
Bentangkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kazbek.

Mereka menuju ke lokasi camp 2, yaitu Meteo Station dengan ketinggian 3.650 mdpl.

Jarak yang ditempuh tidak sepanjang di hari pertama. Namun medan yang dihadapi lebih terjal dan mulai melewati Gletser.

"Waktu yang ditempuh untuk mencapai titik camp 2 sekitar enam jam,” ujar mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Mas Said Solo ini.

Menghadapi kondisi gletser, Arta Dian Pratama dan Danang Prakoso dilatih oleh guide
menggunakan alat pendakian es.

Dimulai dengan penggunaan crampons, ice axe, ropes, hingga teknik moving together.

Nah, tepat 17 Agustus 2024, merupakan summits day mengusung misi perjalanan menuju puncak Gunung Kazbek.

Dimulai pukul 02.00 dini hari dengan cuaca cerah namun dengan angin cukup kencang.

"Sebelumnya guide memberitahukan bahwa batas untuk sampai puncak Gunung Kazbek adalah pukul 08.00 atau 09.00," ucap Arta Dian Pratama.

"Terlalu berbahaya jika melebihi batas waktu tersebut. Kami mulai summits bersama guide dan beberapa rombongan pendaki lain," tambahnya.

Ini bukanlah medan yang mudah bagi keduanya. Didominasi batuan tajam dan terjal.

Hembusan angin kencang menyulitkan Dian Pratama dan Danang Prakoso menuju puncak Gunung Kazbek.

“Tapi kami bersyukur pukul 08.15 berhasil menapaki puncak Gunung Kazbek. Tim langsung mengambil dokumentasi yang dibutuhkan," jelas Arta Dian Pratama.

Bentangkan logo UIN Raden Mas Said Solo.
Bentangkan logo UIN Raden Mas Said Solo.

"Guide hanya memberi waktu 15 menit untuk berada di puncak karena cuaca ke depan akan kembali berangin. Pukul 08.35, tim turun menuju lokasi camp karena sudah cukup untuk berada di puncak Gunung Kazbek," lanjutnya.

Pukul 11.00, Dian Pratama dan Danang Prakoso tiba di lokasi Camp Meteo.

Mereka lalu beristirahat dan mulai packing turun ke Stepanthminda lalu menuju basecamp mountain freaks. (nis/bun/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Mapala Specta #danang prakoso #arta dian pratama #pendakian #UIN Raden Mas Said #gunung kazbek