RADARSOLO.COM - Adanya aduan kepada pihak kepolisian terkait kisruh diprosesi penabuhan gamelan pada Hajad Dalem Paraden Grebeg Maulud mendapat tanggapan dari kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo.
Ketua Eksekutif LDA KP Eddy Wirabumi mengaku belum mengetahui adanya aduan tersebut.
"Saya tidak tahu. Kalau benar (adanya laporan) kan di lapangan saat kejadian juga banyak pasukan polisi dan TNI yang mereka juga tahu siapa yang memicu kegaduhan dan keonaran," kata dia saat dihubungi Selasa (10/9/2024).
Pun saat ditanya siapa yang bertindak sebagai pelapor dan yang dilaporkan pun, ia mengaku tidak tahu. Pihaknya akan mengikuti prosedur yang ada sekiranya nanti berbuntut proses hukum.
"Ada sebab, ada akibat, kan biasanya begitu," kata dia.
Lebih lanjut, Eddy menjelaskan, awal mulanya kegaduhan tersebut terkait dengan penabuhan gamelan Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. Menurut dia, gamelan itu ditabuh setelah seluruh rangkaian acara di Masjid Agung selesai.
"Dan setelah itu diumumkan agar Kanjeng Sinawung (salah seorang abdi dalem pengrawit) memberi perintah agar gamelan ditabuh,” jelasnya.
Namun, sekitar dua menit setelah ditabuhnya gamelan itu, lanjut dia, salah satu menantu PB XIII, KRA Rizki Baruna Adiningrat mendatangi lokasi acara sembari berteriak memprotes penabuhan gamelan itu.
"Kegaduhan yang dibuatnya itu tidak begitu ditanggapi para abdi dalem. Terbukti ia kemudian dirangkul oleh BRM Syailendra dan ditenangkan," jelasnya.
Eddy tidak menampik setelah itu ada kegaduhan di antara beberapa pemuda yang berada di lokasi, kendati demikian ia tidak mengetahui secara persis kegaduhan itu.
"Saya tidak tahu secara persis karena ketutupan banyak orang," ujar dia. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno