RADARSOLO.COM – Dua pasang gunungan jaler dan setri yang diarak di Grebeg Maulud Keraton Solo langsung ludes diserbu warga dalam sekejap kemarin. Bahkan mereka sudah tak sabar menunggu doa selesai untuk berebut gunungan yang berisi aneka makanan tradisional ini.
Meski siang kemarin cuaca cukup terik, para pengunjung tetap betah menunggu gunungan yang akan diperebutkan di halaman Masjid Agung Solo.
Gunungan yang biasanya tiba pukul 10.00 itu baru terlihat pada pukul 11.00. Namun, tak seorang pun beranjak dari pusat keramaian di depan pintu masuk masjid agung.
“Kami dari Blitar (Jawa Timur, Red) sengaja datang bareng keluarga untuk mencari berkah di grebeg ini,” papar Rusmiyati, ujar seorang pengunjung lainnya.
Rombongan Grebeg Maulud dengan dua pasang gunungan itu dipimpin oleh menantu Raja Keraton Surakarta Paku Buwono (PB) XIII, KRA Rizki Baruna Aji Diningrat.
Utusan raja yang diikuti oleh sentana dan abdi dalem semula berencana mengelar wilujengan atau doa sebelum sepasang gunungan itu diserahkan kepada warga untuk diperebutkan. Sayang sebelum doa dipanjatkan dan prosesi adat rampung, gunungan itu langsung habis diserbu warga.
Salah seorang pengunjung Masjid Agung Solo Bagus Kurniawan, 36 mengaku sengaja mampir untuk menyaksikan gunungan sekaten kemarin (16/9).
Dia dan keluarga besarnya sudah sejak pagi berada di sekitaran kawasan masjid agung agar bisa menyaksikan langsung tradisi adat yang diperingati setiap tahun itu.
“Kebetulan libur panjang bersama keluarga dari Semarang sengaja liburan ke Solo. Awalnya rencana balik ke Semarang Minggu (15/9) malam, tapi karena dengar ada gunungan kami sempatkan dulu untuk ke sini,” warga Gunung Pati, Semarang itu.
Meski warga berebut gunungan, namun acara berjalan lancar. Mereka kemudian membawa makanan yang berhasil diraih itu ke rumah untuk dinikmati bersama keluarga.
“Semoga ini jadi berkah untuk warga Solo dan semua. Ini bentuk rasa cinta seorang raja kepada masyarakatnya melalui ubo rampe yang sudah disediakan. Ini perlu dijaga dan dilestarikan,” ujar KP Haryo Raditya Lintang Sasongko, penanggung jawab rangkaian Grebeg Maulud. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno