RADARSOLO.COM- Pemkot Surakarta menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 kepada 37 organisasi perangkat daerah (OPD) di Taman Balekambang, Selasa (17/9/2024).
Masing-masing OPD diminta untuk segera melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surakarta Sri Hastuti mengungkapkan, DPPA Perubahan ini merupakan proses yang rutin dilakukan setiap tahun.
Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi beberapa kegiatan yang muncul belakangan seiring penyusunan APBD 2024.
Termasuk adanya penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Total anggaran yang diserahkan di DPPA APBD 2024 ini sekira Rp 2,3 triliun. Sesuai dengan skala prioritas yang sudah ditetapkan oleh Wali Kota Surakarta prioritasnya adalah pada pengentasan kemiskinan, perbaikan jalan, jaringan, dan jembatan, dan beberapa prioritas lainnya. Harapannya seluruh OPD bisa lebih efisien dalam melaksanakan kegiatan dengan efektif,” bebernya usai kegiatan.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penyerahan DPPA APBD 2024 yang dibacakan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Surakarta Kentis Ratnawati yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono, jumlah APBD Perubahan 2024 mencapai Rp 2,3 triliun.
Rinciannya sebagai berikut: Pertama dari pos anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 893,1 miliar yang terdiri dari Pajak Daerah Rp 565,3 miliar dan Retribusi Daerah Rp 85,6 miliar.
Lalu hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 18,9 miliar, lain-lain PAD yang sah Rp 223,3 miliar.
Kedua dari pos anggaran Pendapatan Transfer Rp 1,4 triliun yang terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Rp 1,2 triliun dan Pendapatan Transfer Antar Daerah Rp 197,5 miliar.
Sementara pos anggaran yang ketiga adalah Pendapatan Daerah Yang Sah (pendapatan hibah) senilai Rp 6,5 miliar. Dengan demikian total pendapatan daerah di APBD Perubahan 2024 mencapai Rp 2,3 triliun.
“Anggaran prioritas TA 2024 adalah pemberian hadiah atlet dan pelatih yang juara di Porprov dan Peparprov Rp 5,05 miliar, anggaran 5 paket DED konstruksi pelaksanaan tender dini Rp 500 juta, dan peningkatan kualitas jalan lingkungan Paket VI Rp 1,01 miliar. Lalu pelaksanaan kegiatan 2024 tinggal 3 bulan lagi, kepala OPD diminta segera melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan agar tidak ada keterlambatan pengajuan SPM-GU, SPM-TU, dan SPM-LS,” beber Kentis.
Dalam kesempatan itu, jajaran Pemkot Surakarta juga diinstruksikan untuk melakukan percepatan dan optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi daerah agar mencapai 100 persen realisasi. Hal ini pun kembali ditegaskan oleh Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa melalui arahannya.
“Tempat-tempat yang nanti menghasilkan pendapatan itu juga harus tertib. Bayangkan kalau seandainya Solo minim kegiatan, mereka (pelaku usaha, Red) pasti akan protes, sementara saat kegiatannya banyak orang tidak sadar (tertib, Red) dalam membayar pajak. Kedepan kita upayakan skala prioritas itu menjadi yang utama dilakukan,” tegas Teguh. (ves/nik)
Editor : Tri Wahyu Cahyono