RADARSOLO.COM-Penghentian subsidi skema buy the service (BTS) Batik Solo Trans (BST) yang akan diberlakukan pada 2025 disayangkan DPRD Kota Solo.
Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghadirkan program buy the service dengan nama Teman Bus sejak 2020.
Teman Bus hadir di 10 Kota, yakni Pelembang, Medan, Denpasar, Solo, Jogja, Makassar, Banyumas, Banjarmasin, Bandung, dan Surabaya.
Di Kota Solo, layanan Teman Bus meliputi Batik Solo Trans (BST) dan feeder BST.
BST melayani enam koridor. Sedangkan Feeder BST melayani enam koridor.
Tarif BST maupun feeder di Kota Solo Rp3.700.
Sedangkan khusus untuk pelajar, mahasiswa, dan orang lanjut usia Rp 2.000.
Tarif khusus tersebut hanya berlaku bagi penumpang yang telah melakukan aktivasi e-money.
Nah, dengan dicabutnya buy the service untuk mendukung operasional BST, DPRD Kota Solo memastikan bakal memberatkan APBD.
"Saat ini, setiap tahun, kita sudah mendukung (operasional BST) sekitar Rp 30-40 miliar. Jika subsidi dihentikan, biayanya bisa naik dua kali lipat," beber Ketua Fraksi PDI Perjuangan Y.F. Sukasno, Senin (23/9/2024).
Ditambah banyak proyek dari pemerintah pusat di Kota Solo. Antara lain Taman Balekambang dan Pasar Jongke yang perawatannya juga membebani APBD.
Ditambahkan Sukasno, masalah ini akan dibahas dalam rapat Rancangan APBD 2025 untuk mencari solusi yang tepat.
Apakah tarif BST akan dinaikkan? Sukasno menegaskan, itu bukan solusi yang pas.
Sebab jika tarif dinaikkan, masyarakat jadi enggan menggunakaan BST.
"Intinya kami tidak ingi masyarakat terbebani," terangnya.
Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengungkapkan keberatannya terhadap keputusan Kemenhub mencabut subsidi BST.
Subsidi layanan Teman Bus yang mencapai Rp 80 miliar per tahun, menjadi krusial bagi transportasi massal di Kota Solo.
Terutama untuk siswa sekolah yang mengandalkan BST.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Solo Taufiq Muhammad mengatakan, pencabutan subsidi berlaku di seluruh kota dengan MoU yang telah berjalan selama 5 tahun.
Namun, pihaknya masih berupaya agar subsidi BST tetap dilanjutkan karena tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi umum di Kota Solo. (atn/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono