RADARSOLO.COM - Pemkot Solo studi banding ke Pemerintah Kota Bandung, Rabu (16/10). Dalam kunjungan itu, Pemkot Solo belajar tata kelola media dalam rangka keterbukaan informasi dan penyebaran program kerja pemerintah daerah.
Rombongan Pemkot Solo dan media diterima oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Evi Hendarin dan jajaran. Diskusi publik langsung berjalan dengan sejumlah pembahasan, mulai dari tata kelola informasi dan media yang biasa dilakukan di Kota Kembang.
"Di Kota Bandung, sejak 2021 kami sudah bertransformasi dari humas protokol menjadi prokompim. Sesuai itu fungsi juga sudah berbeda. Untuk kehumasan sudah ditarik oleh diskominfo sendiri. Jadi hubungan dengan media jadi kewenangan dengan diskominfo," tutur Evi.
Di bagian prokompim, sambung Evi biasanya menyusun sambutan pimpinan, hingga pengelolaan media sosial strategis Kota Bandung. Pihaknya juga mencari informasi yang terpublikasi oleh media resmi dan dilaporkan pada pimpinan untuk keperluan analisis dan sebagainya.
Untuk kemudahan dalam mengakses data juga jadi perhatian utama Pemkot Bandung, ini agar informasi mudah diakses media resmi yang ada di Kota Bandung.
"Media sosial yang dikelola sendiri lebih berkaitan dengan pimpinan karena media massa sudah di diskominfo. Efektifkan program prioritas pimpinan, konten yang coba kami buat tidak hanya informatif, tapi agar lebih mengajak masyarakat untuk terlibat," ucap Evi.
Asisten Administrasi Umum Setda Solo Heri Mul mengakui dari kunjungan ini dia akhirnya melihat dan belajar bagaimana Pemkot Bandung menjaga hubungan baik dengan media, dan mengelola media center di Bandung. “Dan baru tahu ternyata kalau kami salah, karena sejak 2020 mestinya media itu dikelola diskominfo," ucapnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy